Tebingtinggi (SIB)- Proyek parit yang dikeluhkan warga Kelurahan Lalang kepada Wali Kota Tebingtinggi Ir H Umar Zunaidi Hasibuan MM saat kegiatan Jumling di Jalan Bukit Jamu Lingkungan II Kelurahan Lalang Kecamatan Rambutan, Jumat (4/9) terlihat ditembok, sehingga dikuatirkan menimbulkan banjir. Di kesempatan itu, wali kota mengatakan agar proyek dibongkar warga jika berdampak mendatangkan banjir kepada warga sekitar.Setelah SIB, Sabtu (5/9) melakukan penelusuran dengan menggali informasi dari Lurah Lalang Azanul Akbar Lubis SIP akhirnya menemukan lokasi pembangunan parit yang dikeluhkan warga saat kegiatan jumling wali kota.Di lokasi, SIB menemukan fakta ada pembangunan tembok penahan air yang berhadapan langsung dengan perkebunan. Panjang tembok sekitar 2 meter dengan tinggi sekitar 1,5 meter. Kemudian dengan parit masyarakat ada batas tumpukan tanah sehingga hubungan antara parit masyarakat dengan parit perkebunan tertutup mati (seperti gambar yang dipetik SIB, Sabtu (7/9).Ketika SIB mengkonfirmasinya dengan lurah setempat, Senin (7/9) di ruang kerjanya membenarkan bahwa gambar proyek parit yang ditunjukkan SIB merupakan proyek parit yang dipertanyakan warga saat jumling wali kota.“Benar itulah proyek parit yang dipertanyakan warga saat jumling,†jelas Azanul Akbar Lubis saat ditunjukkan SIB fotonya, namun lurah tidak tahu pasti siapa rekanan dan dari mana sumber dana proyek tersebut, namun yang dia tahu pasti proyek itu yang mengerjakan bukan SKPD yang di Pemko Tebingtinggi.“Yang pasti proyek itu bukan pekerjaan SKPD Pemko Tebingtinggi,†jelas Lurah sembari menyarankan agar lebih pasti sebaiknya dihubungi Dinas PU Tebingtinggi.Lurah juga mengatakan, hingga saat ini akibat dari proyek itu belum pernah terjadi banjir. Namun menurutnya alangkah baiknya jika parit itu tidak ditembok mati melainkan di buat pintu air. Ketika SIB mencoba mengkonfirmasi pembuatan parit itu dengan Kabid Pengairan Dinas PU Tebingtinggi yang bersangkutan tidak sedang ada di ruang kerjanya dan setelah dikonfirmasi SIB melalui Short Message Service (SMS) melalui selulernya hingga berita ini dikirim ke meja redaksi, Senin petang tidak ada jawaban. (C17/q)