Pematangsiantar (SIB)- Beberapa pekan Kota Pematangsiantar diselimuti kabut asap yang berpotensi menimbulkan penyakit Infeksi Saluran Pernapasan Bagian Atas (ISPA), serta iritasi pada kulit.Kabut asap yang disinyalir kiriman dari Provinsi Riau dan Jambi, mengundang para guru yang peduli akan pentingnya lingkungan melakukan aksi menanam pohon dan memeliharanya sejak dini. Hal ini disampaikan Kepala Sekolah SMP Negeri 3 Pematangsiantar Luhut Simangunsong SPd saat ditemui SIB, di ruang kerjanya, Kamis (10/9).Luhut menjelaskan, sebenarnya kabut asap dapat dicegah jika warga memiliki rasa kepedulian yang tinggi terhadap lingkungan dengan tidak melakukan pembakaran dan kepedulian tersebut terlahir dari lingkungan keluarga maupun dunia pendidikan. "Contoh kecilnya dengan melarang anak buang sampah sembarangan ikut serta dalam kegiatan-kegiatan sosial cinta lingkungan hidup.Dikatakan hal yang telah dilakukannya dalam pelestarian lingkungan sekolah dengan mengajarkan anak didik untuk tidak membuang sampah sembarangan, kegiatan bersih-bersih sekolah, serta melakukan penanaman pohon. " Karena tingginya rasa kepedulian dan kerjasama siswa dan para guru terhadap kebersihan lingkungan sekolah, SMP Negeri ini akan mendapatkan penghargaan sekolah Adiwiyata tingkat nasional,†katanya.Luhut menambahkan, diharapkan juga kepada sekolah-sekolah lainnya agar selalu menanamkan sifat peduli lingkungan sejak dini kepada anak didiknya. (DIK/HS/y)