Padangsidimpuan (SIB)- Desa Muara Upu Kecamatan Muara Batangtoru bakal terang benderang menyusul turunnya dana dari pusat sekira Rp3 miliar untuk membangun Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) berkapasitas 30.000 Watt.Sejak puluhan tahun, warga Desa Muara Upu yang berbatasan langsung dengan Samudera Indonesia dan daerah paling ujung di Tapanuli Selatan sangat mendambakan listrik tersebut. Masyarakat desa tersebut gembira setelah mengetahui desa mereka yang selama ini "gelap gulita" akan dialiri listrik setelah menerima bantuan PLTS Terpusat dengan kapasitas daya puluhan ribu Watt dari Kementerian Energi dan Sumberdaya Mineral (ESDM).Menurut Asri Sriharsono dan Yusef selaku perwakilan pihak ketiga pada sosialisasi bersama warga Desa Muara Upu, Kamis (10/9) mengatakan, target mereka menyelesaikan proyek itu kurang lebih 2,5 bulan. "PLTS ini menghasilkan daya 30.000 Watt untuk 100 rumah tangga dan sudah termasuk fasilitas umum serta 30 lampu jalan," jelasnya.Sementara Kadis Pertambangan dan Energi Pemkab Tapsel, Helmi, menyebut target rumah yang akan dipasangi listrik sekitar 100 KK. Dikatakan anggaran PLTS ini sebenarnya sekira Rp10 miliar untuk daerah di Aceh dan Desa Muara Upu di Sumatera Utara."Jika diakumulasikan, setiap warga Desa Muara Upu menerima subsidi Rp30 juta per rumah tangga. Semua pemasangan instalasi dan lampunya gratis, warga tinggal tekan saklar dan lampu menyala," terang Helmi.Masing-masing KK, katanya, mendapat jatah tiga titik lampu dan satu stop kontak. Nantinya, warga sudah bisa memakai televisi dan kulkas setelah ada PLTS, bahkan bisa menonton TV siang malam. Saat ini pemerintah kecamatan dan desa bersama masyarakat sedang merencanakan lokasi pertapakan solari penangkap cahaya matahari dan rumah mesin PLTS. Luas tanah dibutuhkan sekitar 30 x 30 meter. Letaknya, pintu masuk menuju perkampungan pinggir pantai.Kepala Desa Muara Upu ,Leman Lubis dan tokoh masyarakat Kasmin Daulay, mengaku senang karena sebentar lagi desanya sudah terang dan setiap rumah memiliki pasokan listrik sekira 300 Watt.Mereka juga menyambut gembira rencana pembangunan pabrik mini pembuatan balok es oleh Pemkab Tapsel. "Ikan dan berbagai jenis hasil tangkapan kami di laut tidak cepat busuk seperti selama ini,†ujarnya. (E08/ r)