Sidikalang (SIB)- Jalan Kecamatan yang menghubungkan Invaliden Desa Pegagan Julu II dengan Tumpak Debata Desa Pegagan julu IV, Kecamatan Sumbul Pegagan rusak berat. Selain rusak, di beberapa titik sebagian badan jalan ditutupi semak belukar.Hal itu disampaikan Binsar Lumban Gaol (45) warga Jumala Desa Pegagan II dan Sabar Samosir warga Tumpak Debata Desa Pegagan Julu IV, Sabtu (12/9). Mereka menyebutkan, jalan menuju desa mereka sudah lama tidak ada perbaikan, badan jalan banyak berlubang dan aspal kupak-kapik. “Bila musim penghujan seperti ini, badan jalan yang berlobang akan dipenuhi air seperti kolam ikan, yang sering mengakibatkan kecelakaan bagi pengendara sepeda motor,†ucap Sabar.Badan jalan ditutupi semak belukar, seakan tidak ada perawatan. Kendaraan yang datang dari depan untuk berselisih harus berhenti, sebab badan jalan semakin sempit yang diakibatkan semak belukar. “Jalan tersebut dibiarkan rusak kupak kapik dan rerumputan semak dari kiri kanan jalan sudah hampir menyatu ditengah†kata Sabar.Padahal Desa Pegagan Julu IV merupakan daerah produksi pertanian yang sangat produktif. Bila sarana transportasi tidak mendukung, sangatlah merugikan masyarakat. “Desa ini merupakan penghasil kopi, jeruk, sayuran, cabai dan lainnya,†sebutnya.Ia berharap Pemkab Dairi cepat tanggap dengan kerusakan-kerusakan jalan, dengan melakukan pemeliharaan jalan. Dan sudah seharusnya jalan tersebut dibenahi pemerintah Dairi demi pembangunan bangsa dimulai dari desa. “Kami minta kepada pemerintah daerah agar secepatnya melakukan perbaikan jalan tersebut, karena kami khawatir dengan kondisi jalan yang rusak bila dibiarkan terlalu lama akan bertambah parah,†pungkasnya. (Dik-TPT/k)