Tanjungbalai (SIB)- Jemaat GKPS Resort Tanjungbalai menggelar pesta olob-olob 112 tahun Injil masuk di tanah Simalungun, Minggu (13/9) di gereja GKPS Tanjungbalai.Acara dimulai dengan prosesi dipimpin utusan pimpinan Pusat GKPS Pdt Barmen Sinaga MTh, pendeta Resort Pdt RN Saragih SSi, Ketua panitia St EP Damanik SH, perutusan Sinode Bolon St E Haloho, pimpinan jemaat se-resort Tanjungbalai St JP Purba SPd, St Ediwarman SPd, St Sudirman Sinaga dan St J Purba serta majelis.Dalam ibadah kebaktian sebagai pembawa lagu puji-pujian Vikar Pendeta Nova Girsang STh, agenda Pdt RN Saragih SSi, song leader Nai Karin Jendrato, Nai Katrin Saragih dan Nai Santi Saragih.Dalam khotbahnya yang diambil dari nats Jakobus 3 : 1-12, Pdt Barmen Sinaga STh mengatakan bahwa pesta olob-olob yang dilaksanakan saat itu merupakan sejarah yang dimulai dengan turunnya Nommensen di Tanah Batak dan dilanjutkan secara khusus oleh Pdt August Theis dan Pdt J Wismar Saragih di Tanah Simalungun.Kini telah 112 tahun Injil masuk di tanah Simalungun, warga Simalungun telah keluar dari kegelapan secara rohani karena telah mengenal Tuhan Yesus Kristus. "Orang Batak tidak ada apa-apanya kalau tidak masuk Nomensen dan begitu juga warga Simalungun tidak bisa besar kalau Pdt August Theis dan Pdt J Wismar Saragih tidak hadir di tengah-tengah Simalungun. Ini sejarah dan harus kita ingat karena sejarah tidak bisa diputarbalikkan," kata Pdt Sinaga.Pdt Barmen Sinaga MTh mengakui bahwa warga Simalungun harus bangkit dan besar namun jangan lupa dengan sejarah serta jangan pesimis karena tiada yang mustahil bagi Tuhan.Dikatakan, dirinya sangat miris melihat warga Simalungun yang tidak satupun lolos sebagai calon pemimpin pada Pilkada di Kota Pematangsiantar padahal pendeta GKPS berkeinginan untuk menjadikan warga Simalungun menjadi Gubsu. " Kita ingin Gubsu warga Simalungun dan ini merupakan keinginan para pendeta GKPS," ujar Pdt Sinaga seraya meminta agar warga jemaat membawa keinginan tersebut dalam doa.Pdt Sinaga mengajak warga GKPS untuk tumbuh, besar dan berkembang serta menjadi pembawa berkat di tengah-tengah gereja, keluarga dan lingkungan.Dalam akhir khotbahnya, Pdt Sinaga meminta agar warga jemaat berprilaku santun dalam menggunakan panca indra, khususnya lidah agar digunakan membawa damai karena Tuhan memberkati orang yang memiliki sifat rendah hati dan saling memaafkan.Kebaktian menampilkan koor lansia, membaca surat pimpinan pusat, konon olob-olob oleh Nai Indra br Damanik SPd, tonggo safaat St R Purba.Usai kebaktian dilanjutkan dengan pemberian bingkisan kepada 20 orang anak berprestasi dan penggalangan dana dayuk binatur, manortor dilanjutkan dengan pengundian lucky draw dipimpin St Drs Walman Girsang MAP, St Waldemar Simarmata, St SH Saragih SH MH, St SM Purba, St T Tumanggor SE dan Sy H Damanik SH. (D17/D19/k)