Dinkes Tanjungbalai Dinilai Tidak Tanggap Atasi Efek Kabut Asap

* Pasien ISPA Meningkat 50 Persen di Tebingtinggi
- Senin, 14 September 2015 21:17 WIB

Warning: getimagesize(https://www.hariansib.com/cdn/uploads/images/2015/09/hariansib_Dinkes-Tanjungbalai-Dinilai-Tidak-Tanggap-Atasi-Efek-Kabut-Asap.jpg): Failed to open stream: HTTP request failed! HTTP/1.1 404 Not Found in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 171

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 172
SIB/Usni Pili Panjaitan
MASKER: Ketua LSM Tumpas R Simamora membantu cara memasangkan masker kepada seorang pengendara, Minggu (13/9) di Jalan AR Hakim Tanjungbalai disela pemberian masker gratis.
Tanjungbalai  (SIB)- Tiga hari terakhir kabut asap semakin pekat menyelimuti Kota Tanjungbalai, warga kecewa Dinas Kesehatan dinilai tidak tanggap. LSM bagi-bagi masker gratis, Minggu (13/9).Kabut asap yang menyelimuti Kota Tanjungbalai semakin pekat. Masyarakat khawatir kabut asap berdampak terhadap kesehatan.Harapan adanya tindakan nyata Pemko Tanjungbalai Cq Dinas Kesehatan (Dinkes) dalam mengatasi efek bahaya dari kabut asap belum terealisasi. "Sudah tiga hari ini Tanjungbalai diselimuti kabut asap, bahkan kabut semakin pekat dan jarang pandang semakin terbatas. Khawatirnya dampak kabut asap ini bisa mendatangkan penyakit, anehnya tidak ada upaya nyata Dinas Kesehatan seperti daerah lain yang telah membagikan masker gratis kepada warga,"tanya Eka (38) heran terhadap Dinkes Tanjungbalai yang kurang tanggap terhadap masalah kabut asap.Sejumlah warga juga memertanyakan kinerja Dinkes yang belum menggelar kegiatan berupa pemberian masker gratis kepada warga untuk meminimalisir bahaya kabut asap."Dampak kabut asap nyata mengganggu kesehatan kita, misalnya nafas sesak, mata perih dan batuk-batuk,"ujar Edi, Rahmat dan Ridwan kepada SIB menyadari dampak kabut dapat mengganggu kesehatan.Kecewa dengan kinerja Dinkes yang dinilai kurang tanggap terhadap kabut asap di Tanjungbalai, Ketua LSM Tumpas R. Simamora berbagi kepedulian dengan memberikan masker gratis kepada warga pengendara kenderaan, Minggu (13/9) di Jalan AR Hakim."Ini bentuk sosialitas kita terhadap masyarakat. Saatnya menggunakan masker untuk mencegah terhirupnya kabut asap yang dapat menyebabkan penyakit, untuk itu kita bagi-bagi masker gratis kepada warga yang melintas,"kata Simamora kepada SIB disela pemberian masker gratis.Simamora prihatin dengan kinerja Dinkes Tanjungbalai yang dinilai lamban dan bahkan terkesan minim rasa tanggungjawab terhadap kondisi riil yang dihadapi masyarakat Tanjungbalai.Menanggapi pernyataan Kadinkes Azhari Sima yang menunggu petunjuk dari Pemprovsu, Simamora kecewa dan memandang bahwa pernyataan Azhari tidak etis dan terkesan tidak memiliki tanggungjawab.PASIEN ISPA MENINGKAT 50 PERSEN DI TEBINGTINGGIKota Tebingtinggi kembali diselimuti kabut asap tebal setelah sempat hilang pasca hujan  beberapa hari lalu. Akibat asap kabut tersebut jumlah pasien pendrita Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) meningkat 50 persen dari hari biasanya.Amatan SIB, Sabtu (12/9) Kota Tebingtinggi tampak kembali diselimuti asap tebal. Akibatnya  pernapasan terganggu dan mata  perih  disaat  menaiki kenderaan roda duaDr H Nanang Fitra Aulia,SpPK saat membagi-bagi masker bersama wali kota ketika diwawancarai SIB mengatakan pasca kabut asab menyelimuti Tebingtinggi penderita ISPA yang dirawat di RSUD Kumpulan Pane meningkat hingga 50 persen. “Tahap awal komponen partikel-partikel tersebut dapat mengganggu membran-membran di mata sehingga menyebabkan mata berair dan kemerahan. Hal tersebut juga mampu berdampak pada saluran pernafasan hingga ke paru-paru. Ini kemudian menyebabkan saluran pernafasan meradang, bengkak dan timbul gejala batuk,” jelas Nanang.Di tempat terpisah saat SIB berjumpa dengan Wakil Wali Kota Ir H Oki Doni Siregar, Sabtu (12/9) megakui kabut asap yang menyelimuti Tebingtinggi nampaknya lebih tebal dari hari-hari sebelumnya, “Saya melihat kabut asab kali ini lebih tebal,” jelasnya.MAKIN "MENGGILA" DI AEKKANOPANAsap juga semakin "menggila" beberapa hari terakhir di Aekkanopan . "Pening kepala dan mata terasa perih beberapa hari terakhir dan hari ini semakin menjadi-jadi", ujar S Lubis dan Awal di Kota Aekkanopan, Minggu (13/9) sore.Sangkin parah kabut asapnya Minggu (13/9), tidak ada kelihatan sinar matahari sejak pagi. "Mudah-mudahan, asap segera hilang dan pihak yang terkait hendaknya segera mencari solusi untuk menghilangkan asap agar warga tidak resah", harap keduanya. (D19/C17/D06/c)


Tag:

Berita Terkait

Martabe

PT Sumo Tolak Tudingan Pihaknya Menyebabkan Kebocoran PAD Medan dari Sektor Reklame

Martabe

Cadenazzi Borong Dua Gol, PSMS Hajar Sumsel United

Martabe

Sapa Warga di Bantaran Sungai Babura, Rico Waas Tegaskan Komitmen Respons Cepat dan Tepat Sasaran

Martabe

Pemko Medan Luncurkan PKH Adil Makmur Bantu Warga Kurang Mampu

Martabe

Jamintel Kejagung Paparkan Pengawasan DD, Ini Respon Bupati Labura

Martabe

Tujuh Rumuh di Desa Kutabangun Karo, Diterjang Angin Puting Beliung