Kabut Asap Semakin Pekat, LGC Labusel: Dinas Kesehatan Tutup Mata

- Selasa, 15 September 2015 20:56 WIB

Warning: getimagesize(https://www.hariansib.com/cdn/uploads/images/2015/09/hariansib_Kabut-Asap-Semakin-Pekat--LGC-Labusel--Dinas-Kesehatan-Tutup-Mata.jpg): Failed to open stream: HTTP request failed! HTTP/1.1 404 Not Found in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 171

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 172
SIB/Rudi Afandi Simbolon
Kabut asap di wilayah Kabupaten Labuhanbatu Selatan semakin pekat. Pengemudi kendaraan dijalinsum Kotapinang menyalakan lampu, Minggu (13/9).
Kotapinang (SIB)- Kabut asap yang menyelimuti seluruh wilayah Kabupaten Labuhanbatu Selatan dua pekan terakhir ini semakin hari- semakin pekat. Jarak pandang para pengemudi lebih kendaraan bermotor jauh semakin rendah dari sebelumnya.Informasi yang dihimpun SIB Minggu (13/9), sejumlah kendaraan roda dua maupun kendaraan roda empat dan truk yang melintas di jalinsum Kampung Begadagai Kelurahan Kotapinang mulai menyalakan lampu utama maupun lampu kota. Agar, kendaraan dari arah berlawanan dapat mengetahui keberadaan kendaraan lainnya. Tak jarang, kendaraan truk maupun tangki yang melintas lebih memilih konvoi dan berjalan pelan-pelan untuk menghindari hal yang tidak diinginkan dijalanan akibat minimnya jarak pandang.Salah seorang pengemudi mini bus Mitsubishi Kuda Ardi Harahap yang singgah di sebuah warung untuk beristirahat mengaku, kondisi kabut asap yang melanda di sejumlah wilayah Kabupaten Labusel jauh semakin pekat dari yang sebelumnya. Sehingga jarak pandang para pengemudi hanya mencapai 50 meter."Dari kabut yang sebelumnya, kali ini jauh lebih parah. Jarak pandang sangat minim. Untuk itu, kita lebih memilih menyalakan lampu utama, dan berjalan pelan-pelan," katanya.Terpisah, Ketua Labusel Green Comunity (LGC) Kabupaten Labusel Irpan Rifai Nasution mengecam, sikap Dinas Kesehatan Kabupaten Labusel yang terkesan tutup mata. Menurutnya, hingga kini belum ada upaya untuk mengantisipasi masyarakat terkena penyakit Ispa akibat kabut asap yang melanda wilayah Kabupaten Labusel saat ini.Dikatakan, sampai saat ini, belum ditemukan adanya pembagian masker dari pemerintah Kabupaten Labusel khususnya Dinas Kesehatan kepada masyarakat maupun pengemudi kendaraan terbuka sebagai pelindung dari polusi asap yang melanda saat ini. "Seharusnya Dinas Kesehatan Kabupaten Labusel tanggap dan berperan aktif dalam mejaga kesehatan masyarakat. Jangan cuma diam. Apa mereka tidak merasakan kondisi asap yang semakin hari-semakin pekat ini. Kita juga berharap, pemerintah segera mangatasi bencana kabut asap yang melanda sejumlah wilayah di Provinsi Sumatera Utara," katanya.Sayangnya, kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Labusel Tinur Bulan S.KM yang dikonfirmasi lewat telpon selulernya mengenai upaya yang telah dilakukan dalam mengantisipasi masyarakat terkena penyakit Ispa akibat kabut asap yang melanda wilayah Kabupaten Labusel tidak menjawab. (D16/h)


Tag:

Berita Terkait

Martabe

PT Sumo Tolak Tudingan Pihaknya Menyebabkan Kebocoran PAD Medan dari Sektor Reklame

Martabe

Cadenazzi Borong Dua Gol, PSMS Hajar Sumsel United

Martabe

Sapa Warga di Bantaran Sungai Babura, Rico Waas Tegaskan Komitmen Respons Cepat dan Tepat Sasaran

Martabe

Pemko Medan Luncurkan PKH Adil Makmur Bantu Warga Kurang Mampu

Martabe

Jamintel Kejagung Paparkan Pengawasan DD, Ini Respon Bupati Labura

Martabe

Tujuh Rumuh di Desa Kutabangun Karo, Diterjang Angin Puting Beliung