Humbahas (SIB)- Bahu jalan nasional yang sebelumnya amblas dan nyaris putus akibat guyuran hujan cukup lama Sabtu (12/9) malam lalu di Dolok Margu, Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas) telah ditangani secara manual oleh para petugas harian lepas Dinas PU Provinsi dengan membuat pembatas agar setiap pengguna jalan hati-hati saat melintas.Salah satu pekerja, Sinambela (42) ketika ditemui SIB, Senin (14/9) mengatakan rambu yang tengah dikerjakan pihaknya dengan menggunakan tumpukan karung berisi pasir gunung yang dikumpulkan dari kerukan gunung di sekitaran longsor hanya bersifat sementara menunggu adanya perbaikan dari instansi terkait.“Di lokasi titik longsor ini, pengendara agar hati-hati. Pembatas jalan ini dipasang hanya bersifat sementara, karena kita melihat longsor memiliki liang, sehingga tekanan yang kuat kita khawatirkan akan mengakibatkan ambruknya badan jalan . Tumpukan karung diletakkan sebagai batas liang longsor,†jelasnya.Sementara itu warga setempat, Ernita Sihombing (29), mengatakan bahwa wilayah Dolok Margu merupakan tanah berpasir dan sangat rawan longsor apabila musim penghujan tiba.“Jalan ini adalah akses utama menuju kota Doloksanggul, pengerjaan perbaikan longsor ini, diharapkan segera dilakukan. Karena bukan hanya di sini saja, beberapa puluh meter dari jalan ini sudah beberapa kali longsor, dan sebahagian juga sudah ditangani pemerintah dengan membuat bronjong. Kita harapkan ini menjadi perhatian serius bagi pemerintah,†ucap Ernita.Terpisah, pengendara yang melintas, Parlin Silaban (34), mengaku terkejut dengan kondisi bahu jalan yang mengalami longsor tersebut. Senada dengan warga, dirinya meminta agar perbaikan segera dilakukan, jika tidak akan melebar hingga ke badan jalan.“Kedalaman jurang mencapai 8 hingga 10 meter. Bahu jalan ini harus segera ditangani. Jika tidak kita takutkan akan mengakibatkan seluruh jalan longsor,â€ujar Parlin. (Dik-ERP/c).