Simalungun (SIB)- Tahanan Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Pematangsiantar, Fiki Juanda (25), patah pinggang setelah terjatuh saat mencoba kabur dari lapas, Selasa (15/9) siang. Perbuatan ini diakui Fiki dilakukannya karena kesal ia tidak dikunjungi keluarganya.“Dia berusaha kabur dengan memanjat dinding tembok di menara penjagaan 2. Setelah sampai di asbes dan berusaha merayap tiba-tiba penyangga asbes patah dan ia terjatuh. Pas di lantai menara dia terbentur keras di lantai dan posisi jatuhnya menekuk makanya kena pinggang,†ujar Kalapas Kelas IIA Pematangsiantar Mananti Sukardi Sianturi, Bc, Ip, SH, MH saat ditemui SIB, Rabu (16/9) siang di ruangannya.Menurut Sukardi, Fiki Juanda adalah tahanan kasus penipuan dan penggelapan dari Polres Pematangsiantar, yang dititipkan di Lapas Pematangsiantar. Selama ditahan Fiki mendiami Blok Dolok Kamar 9.“Ini benar-benar persoalan yang tidak kami kehendaki, kalau tidak terjatuh mungkin dia sudah berhasil kabur,†ujarnya.Dijelaskan Sukardi, peristiwa itu terjadi sekira pukul 13.00 WIB, saat petugas jaga mengeluarkan napi ke halaman untuk bersih- bersih dan olahraga.“Di blok Dolok ada menara jaga 2, tahanan ini pura-pura ingin bersih-bersih bawa sapu ke menara jaga. Tapi ternyata malah dia mengambil tangga dekat menara jaga dan memanjat untuk kabur. Petugas saat itu tidak melihat karena sibuk memeriksa tahanan dan pengunjung. Rencananya Fiki akan kabur ketika hari mulai malam dan menunggu malam ia bersembunyi di asbes menara,†ujarnya.Saat terjatuh lanjut Sukardi, pihaknya langsung melarikannya ke RSUD Djasamen Saragih Pematangsiantar untuk mendapatkan perawatan. Namun luka jatuhnya menyebabkan ia menderita cedera berat. Atas perbuatannya Fiki kini dipindahkan ke blok pengasingan dan pihak lapas sudah berkoordinasi dengan penyidik yang menangani perkara Fiki untuk tindakan selanjutnya, kemudian memperketat pengamanan lapas. (C07/q)