Kisaran (SIB)- Merefleksi 112 tahun masuknya Injil di Simalungun, GKPS Resort Kisaran mengadakan pesta olob-olob. Pesta olob-olob yang mengambil thema, “Hita do saksi ni Kristus†serta Sub thema, “Patuduhkon hita ma hasadaonta i tongah-tongah ni dunia on ase tarambilan goran ni Kristus†dihadiri sekitar 600 jemaat dari 2 gereja pagaran yaitu GKPS Bangun Silo, GKPS Parapat janji dan GKPS Kisaran sebagai tuan rumah, Minggu (13/9).Acara diawali sipangindangi I ruang konsistori dilanjutkan masuknya barisan prosesi ke ruang ibadah terdiri dari Pdt Istipanus Sipayung STh (Pandeta Resort), Pdt Riando Tondang STh (mewakili utusan Pusat), Ketua Panitia St S Simaringga (perutusan sinode bolon), St S Sinaga, SY Mr Br Sitopu, St Justin Purba, St BW Sinaga yang disambut tarian anak sekolah minggu. Kemudian Votum, Tonggo, Mandoding dari KJ, Hasasapan ni dousa, Koor/vocal group serta ambilan.Kotbah (Ambilan) yang disampaikan Pdt Riando Tondang STh dari GKPS Rantauprapat dari Injil Jakobus 3;1-12 menyebut, Sejak Agustheis menabul Injil di Pematang Raya, sebuah perubahan besar telah terjadi bagi warga Simalungun. Kedatangan Injil mampu merubah segalanya, dari kondisi buta huruf, keterbelakangan akibat kepercayaan akan kekuatan gaib, tradisi yang banyak membuat diskriminasi. Terang Injil ternyata telah membuka mata dan hati untuk hidup lebih sejahtera dan saling mengasihi sesamanya.Selama 112 tahun injil masuk ke Simalungun, semakin membuka mata hati dan pikiran kita sebagai orang Kristen harus menjadi guru, yakni guru yang menjadi teladan bagi dunia. Kegagalan guru dalam mendidik murid akan menciptakan kekacauan, begitu pula seorang Pendeta terhadap jemaatnya. Manusia dalam setiap penyampaian kata tentu melalui lidah. Perlu digarisbawahi, melalui lidah kita mampu menerangi sesama dan melalui lidah juga manusia bisa merusak. Lidah bagaikan api yang bisa merusak segala sendi dan aspek kehidupan. Untuk itu mari kita pakai lidah untuk memuji Allah dan memuliakan nama Tuhan, ujar Pdt Rianto Tondang STh.St S Simaringga, Ketua Panitia yang juga utusan Sinode bolon dalam sambutan mengatakan, GKPS telah tumbuh menjadi persekutuan yang besar dan hidup di tengah suasana dengan perubahan yang sangat cepat. Adalah tugas kita bersama untuk memahami dan memberikan solusi sehingga persekutuan kita ini dapat mewujudkan visi Tuhan di tengah-tengah warga GKPS sehingga menjadi terang juga bagi lingkungan kita. Untuk itu meski 112 tahun injil masuk ke Simalungun tetapi di daerah lain seperti di GKPS Parapat Janji belum tercapai keinginan seperti yang kita harapkan bersama. Sampai saat ini GKPS di sana belum diberi akses dalam hal pendirian gereja. Semoga Tuhan memberi kekuatan agar gereja di sana mampu berdiri dan memberi kedamaian di tengah-tengah masyarakat, sebut St S Simaringga.Pdt GKPS Resort Kisaran menyampaikan, satu hal penting adalah bahwa dalam suasana seperti ini kita masih diberi kesempatan setidaknya merefleksikan perbuatan Tuhan atas GKPS dalam kurun waktu panjang. Semoga di masa mendatang warga GKPS mampu melakukan perubahan yang menghasilkan buah roh yang diwujudkan dalam kehidupan berjemaat, berbangsa, bernegara dan di tengah-tengah kehidupan dunia, harap Pdt Istipanus Sipayung STh.Dalam Pesta olob-olob GKPS Resort Kisaran, partisipasi seluruh jemaat jelas kelihatan dengan terkumpulnya dana sebesar Rp 64.917.000.000 melebih target semula. (D03/q)