Tebingtinggi (SIB)- Puluhan massa gabungan dari ormas Islam terdiri dari Front Pembela Islam (FPI), Gerakan Islam Peduli (GIP) dan Aliansi Pemuda Islam Kota Tebingtinggi melakukan unjukrasa ke kantor Wali Kota, meminta supaya pembangunan di Kompleks Villa Orchid (Taman Angrek) di Jalan KL Yos Sudarso Kelurahan Lalang Kota Tebingtinggi dihentikan sebelum mushola yang dirobohkan dibangun sempurna, Rabu (16/9).Saat akan memasuki pekarangan kantor wali kota, massa pengunjukrasa dihalang pagar betis Sabhara Polres Tebingtinggi dan gerbang ditutup. Mewakili ormas Islam, Agustar, Firdaus, M Zen Agustin dan Syafri Zambak mengatakan pihak pengembang sudah berjanji menyelesaikan pembangunan mushola yang dirubuhkan secara sepihak. Waktu yang mereka janjikan enam bulan lalu, tetapi hingga saat ini tak kunjung selesai, ternyata hanya kebohongan saja. "Oleh sebab itu, kami meminta pembangunan Villa Orchid harus dihentikan", tegas ketiga orator ormas Islam itu.Tidak berapa lama melakukan orasi menuntut supaya pembangunan Villa Orchid dihentikan sebelum mushola dibangun sempurna, massa gabungan ormas Islam itu ditemui Staf Ahli Wali Kota Ismail Budiman bersama Kabag Humas Bambang dan Kakan Kesbangpol Amas Muda SH.Sempat terjadi perdebatan antara Staf Ahli dengan massa yang menuntut saat itu juga pembangunan Villa Orchid harus dihentikan. Massa tetap ngotot dan tidak menerima janji-janji akan ditindaklanjuti. Mendengar permintaan massa ormas Islam, akhirnya, Ismail Budiman mengatakan saat itu juga akan dihentikan, akhirnya massa bubar dan menunggu di Villa Orchid.Sebelum ke kantor wali kota, puluhan massa ormas Islam itu juga melakukan aksi yang sama di Kantor Camat Rambutan Jalan Gunung Leuser Kota Tebingtinggi dan berlangsung secara damai dikawal Kapolsek Rambutan AKP Hendry Situmorang. (C16/h)