Tebingtinggi (SIB)- Jembatan darurat Sungai Siberong yang menghubungkan Lingkungan 5 Kelurahan Brohol dengan Kelurahan Pinang Mancung, Kecamatan Bajenis Tebingtinggi butuh perhatian pemerintah. Ironisnya sejak jembatan itu berdiri tahun 87 belum disentuh perbaikan dengan menggunakan APBD Tebingtinggi“Jembatan ini sangat besar manfaatnya bagi kami, karena kami sebagian warga yang tinggal di Kelurahan Brohol bersawah di seberang. Selama ini agar jambatan bisa kami seberangi masyarakat bergotong memperbaiki seadanya,†jelas Miswadi warga kampung Brohol lingkungan 5, Kelurahan Brohol saat dijumpai SIB, Sabtu (19/9)Miswadi bercerita terkait jembatan tersebut jika di jelang-jelang Pileg dan Pilkada sering di kunjungi oleh para calon, namun realisasi dari kunjungan tersebut mulai dari tahun 87 hingga sekarang tidak ada tindakan nyata. “Jelang Pileg dan Pilkada para calon ada yang datang mengunjungi jembatan ini, namun hingga sekarang realisasinya tidak ada dan kondisi jembatan begitu-begitu saja tida ada perubahan,†tutur Miswadi sambil tersenyumMiswadi yang dijumpai SIB saat menjemur biji coklatnya juga mengatakan, keberadaan jembatan tersebut sangat bermanfaat bagi warga sekitar, karena sebagian warga lingkungan 5 memiliki lahan sawah atau sayur mayur di seberang. “Jembatan ini sangat berfungsi untuk kita, dengan adanya jembatan ini akses jalan ke seberang dekat dan efesien,†jelas Miswadi dan dibenarkan Pak Saliman (59) yang juga warga sekitarUntuk itu dirinya memohon kepada Pemerintah Kota Tebingtinggi melalui Dinas PU agar berkenan mengglontorkan APBD Tebingtinggi untuk perbaikan jembatan tersbut. “Kami tidak terlalu menginginkan jembatan itu dibangun megah, dibuat aja jembatan yang nyaman untuk disebrangi dengan roda dua kami sudah cukup berterima kasih,†jelas Saliman (C15/k)