Simalungun (SIB)- Sesosok mayat wanita ditemukan di jurang sedalam kurang lebih 10 meter persis dekat bendungan air Cekdam Dusun Mangadei Kelurahan Pamatangraya Kabupaten Simalungun, Sabtu petang (19/9).Penemuan mayat tersebut langsung menghebohkan, mengingat lagi, Kintauli Br Damanik (73) warga Kampung Jawa Kelurahan Pamatangraya sudah hampir dua bulan tidak diketahui keberadaannya.Informasi diperoleh, mayat tersebut pertama kali ditemukan seorang warga, Lerpin Saragih. Dia awalnya hendak berburu burung dan setibanya di lokasi mencium bau tidak sedap hingga akhirnya diketahui sesosok mayat manusia. Kabar itu pun diberitahukan kepada warga lainnya.Mayat wanita itu ditemukan dalam kondisi telungkup dan mengenakan celana panjang kuning. Selain itu ditemukan juga di lokasi satu topi warna gelap dan sandal jepit. Namun tubuh korban sudah membusuk sehingga sulit untuk dikenali.Dalam waktu singkat, sejumlah warga Kampung Jawa bersama personil polisi turun ke lokasi. Kapolsek Raya AKP Leston Siregar juga ikut mendatangi lokasi. Kemudian jasad korban dievakuasi ke RSUD dr Djasamen Saragih Pematangsiantar guna memastikan identitas mayat tersebut. Rasda Willi Br Saragih putrinya Kintauli Br Damanik sangat meyakini bahwa mayat tersebut adalah ibunya yang sudah hampir 2 bulan tidak diketahui keberadaannya. Kintauli Br Damanik terakhir diketahui keberadaaanya pada Selasa 28 Juli 2015 sekira pukul 17.00 WIB di sekitar rumah mereka. Sejak saat itu tidak pernah kelihatan. Pihak keluarga telah melakukan pencarian hingga keluar daerah namun tak kunjung ditemukan. Kintauli adalah pensiunan PNS, mantan guru SD Negeri 091316 Pamatangraya.Rasda didampingi suaminya, Amri Purba mengutarakan, jasad tersebut dipastikan orangtuanya berdasarkan temuan celana, sandal, topi dan lainnya yang memang dikenakan korban sebelumnya. Kendati demikian, pihaknya masih menunggu hasil otopsi. Sementara rumah korban hingga malam hari cukup ramai didatangi warga, kolega dan sanak keluarga. Kapolsek Raya AKP Leston Siregar juga hampir memastikan bahwa korban adalah Kintauli Br Damanik sesuai keterangan yang diperoleh di lapangan. Pihaknya masih menunggu hasil otopsi untuk mendalami penyebab kematian korban. (C05/ r)