Pematangsiantar (SIB)- Corri br Siringo-ringo (43), satu dari enam penumpang kecelakaan lalu lintas antara angkutan kota (Angkot) Siantar Bus BK 1514 TV dengan Kereta Api (KA) yang mengangkut bahan bakar minyak (BBM) di perlintasan Jalan Patuan Anggi, Kelurahan Pardomuan, Kecamatan Siantar Timur pada Kamis (3/9) akhirnya menghembuskan nafas terakhir. Warga Jalan Manunggal Karya, Kelurahan Pematang Marihat, Kecamatan Siantar Marimbun ini menghembuskan nafas terakhir pada Jumat (18/9) sekira pukul 02.00 dini hari setelah dirawat intensif selama 14 hari di Rumah Sakit Malahayati Medan.Pantauan SIB, di rumah duka, keluarga, warga sekitar maupun teman-teman anak korban terlihat silih berganti berdatangan ke rumah bercat putih itu. S br Panjaitan, salah seorang anggota keluarga korban mengatakan bahwa wanita yang setiap harinya bekerja sebagai pedagang sayur-sayuran di Pekan Tanah Jawa ini menghembuskan nafas terakhir akibat mengalami luka serius di beberapa bagian tubuhnya. "Setelah kejadian, sempat nya dia di Rawat di Rumah Sakit Vita Insani. Tapi hanya sebentar saja. Habis itu langsung dilarikan ke Medan. Dari kejadian sampai meninggal nggak sadar dia itu. Parah memang sakitnya, sudah komplikasi lah semua," jelasnya sambil menambahkan korban dikebumikan Sabtu (19/9), meninggalkan dua putri yang masih kuliah di Universitas DEL Balige serta Universitas Atma Jaya Yogyakarta serta seorang putra yang masih duduk di bangku SMA Negeri 4 Pematangsiantar. Pada pemberitaan sebelumnya, gara-gara palang pintu perlintasan kereta api tidak tertutup, angkutan kota (Angkot) Siantar Bus BK 1514 TV ditabrak Kereta Api (KA) yang mengangkut bahan bakar minyak (BBM). Peristiwa itu terjadi di perlintasan Jalan Patuan Anggi, Kelurahan Pardomuan, Kecamatan Siantar Timur, Kamis (3/9) sekira pukul 3.45 WIB. Akibat kejadian tersebut, 3 orang penumpang mengalami luka serius. Sedangkan 3 penumpang lainnya beserta supir angkot Siantar Bus mengalami luka ringan. (Dik/MS/y)