Menangkan Sengketa Pilkada Tobasa, MonangTa Diprediksi Bersinar

* Poltak RO “Redup”, WinMan Tersenyum Simpul
- Senin, 21 September 2015 20:22 WIB

Warning: getimagesize(https://www.hariansib.com/cdn/uploads/images/2015/09/hariansib.com): Failed to open stream: HTTP request failed! HTTP/1.1 404 Not Found in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 171

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 172
Tobasa (SIB)- Pasca keputusan Panwaslih Tobasa terkait penetapan Paslon Bupati-Wakil Bupati, Monang Sitorus-Sagita Hutahaean (MonangTa),  menjadi peserta Pilkada 2015, situasi politik di daerah itu semakin memuncak, khususnya di kubu Paslon Poltak Sitorus-Robinson Tampubolon (Poltak RO).Pantauan SIB di lapangan, Poltak RO langsung mengadakan rapat intens seperti di gedung sekolah Yapim Kecamatan Laguboti. Rumor yang berkembang, Nyonya DL Sitorus br Siagian yang mensponsori kegiatan tersebut. Kabarnya akan diadakan perhelatan besar di daerah sekitar Tambunan, guna menunjukkan dukungan dan kekuatan Paslon Poltak RO. Namun, beberapa narasumber sepertinya enggan memberikan keterangan terkait pertemuan tersebut. Tim Humas Poltak RO, Bernad Tampubolon, membenarkan adanya pertemuan itu, namun tidak tahu  muatan pertemuan karena tidak ikut hadir.Setelah MonangTa kembali bersemangat dan tampak semakin bersinar, saat ini muncul ‘duo Sitorus’ yang bakal memecah suara keturunan Nairasaon (Sitorus, Sirait, Butar Butar), khususnya marga Sitorus.Sementara kubu Darwin Siagian-Hulman Sitorus (WinMan) tampak tersenyum simpul karena  hanya satu  keturunan Sibagot Ni Pohan (Tuan Sihubil, Tuan Somanimbil, Tuan Dibangarna dan Raja Sonak Malela) yang maju sebagai calon bupati di Pilkada periode ini.Ketiga Paslon Bupati-Wabup ini menuai berbagai komentar dan analisis politik dari berbagai kalangan, salah satunya tokoh pemuda Tobasa, Robert ‘Kempes’ Pardede. Mantan Ketua PP dan KBA GPP Tobasa, yang tidak terdaftar sebagai tim pemenangan di KPU Tobasa  ini berkomentar  perkembangan politik semakin kencang  sejak muncul  Paslon MonangTa yang telah ditetapkan  Panwas sebagai peserta Pilkada 2015.Menurut Pardede,  MonangTa meredupkan Paslon Poltak RO sangat wajar jika dilihat dari keturunan marga, seperti  ketika pertarungan pada Pilkada 2010 lalu. Saat itu ‘duo Sitorus’ hadir sebagai calon bupati. Namun jika dilihat dari sudut pandang sejarah perpolitikan Tobasa, Robet Perdede menganalisis  kans MonangTa akan lebih unggul  dibandingkan  Poltak RO.Pasalnya, kata dia,  pendukung Monang Sitorus  pada Pilkada 2010 masih banyak yang setia, ditambah para PNS yang pernah mengabdi kepadanya semasa menjabat  Bupati Tobasa periode 2005-2010. “Poltak RO itu pendatang baru, dan kita belum tahu benar sepak terjangnya ke depan. Sementara kita semua sudah kenal betul figur dan kepribadian Pak Monang”, kata Pardede yang mengaku mengenal Monang Sitorus sebagai orang yang rendah hati.Seperti diketahui, Robet Pardede sempat mendukung Balon Bupati Victor Siahaan, namun kandas bersama Balon Bupati Asmadi Lubis setelah kepiawaian Poltak RO ‘memborong’ beberapa partai seperti Partai Demokrat, Gerindra, PKPI, PKB dan Golkar sebagai partai pendukung dengan total kursi di legislatif 20 kursi dari 30 kursi yang ada di DPRD Tobasa. Intrik yang berkembang disebut-sebut Poltak RO mengeluarkan kocek puluhan miliar untuk memboyong SK partai pengusung ke Tobasa sebagai bentuk dukungan nyata kepadanya. Sementara MonangTa melalui jalur perseorangan juga menunjukkan kepiawaiannya dengan bukti nyata bahwa masyarakat masih menginginkannya kembali memimpin Tobasa, yang dibuktikan dengan adanya dua puluhan ribu dukungan masyarakat yang didaftarkan ke KPU.Analisis politik juga tertuju kepada Paslon WinMan yang dinilai tersenyum simpul melihat perkembangan politik terakhir. Sepertinya WinMan diuntungkan dengan kehadiran  MonangTa, namun kekuatan politik uang diprediksi akan mengganjalnya. Sama halnya dengan kubu MonangTa yang juga diprediksi sangat khawatir dengan adanya money politic. Kedua Paslon ini diduga khawatir karena melihat sepak terjang saingannya yang  mampu merebut 5 partai dengan total 20 kursi di legislatif.Kedua Paslon ini dinilai banyak kalangan akan kandas melawan kekuatan politik uang, namun penilaian ini ditampik keras pengamat ekonomi Tobasa, Rosdame Panjaitan SE. Menurut Rosdame, kekuatan politik uang sudah bukan zamannya lagi karena masyarakat Tobasa sudah semakin pintar dan mampu menilai figur calon yang akan dipilihnya. “Kalaupun masyarakat diberikan sejumlah uang, mungkin akan diterima. Namun tetap saja masyarakat mencoblos paslon pilihan hatinya. Kemudian, mau dijadikan apa Tobasa ini, jika hanya untuk meminta dukungan partai saja harus mengeluarkan uang puluhan miliar”, keluhnya.(BR6/c)


Tag:

Berita Terkait

Martabe

PT Sumo Tolak Tudingan Pihaknya Menyebabkan Kebocoran PAD Medan dari Sektor Reklame

Martabe

Cadenazzi Borong Dua Gol, PSMS Hajar Sumsel United

Martabe

Sapa Warga di Bantaran Sungai Babura, Rico Waas Tegaskan Komitmen Respons Cepat dan Tepat Sasaran

Martabe

Pemko Medan Luncurkan PKH Adil Makmur Bantu Warga Kurang Mampu

Martabe

Jamintel Kejagung Paparkan Pengawasan DD, Ini Respon Bupati Labura

Martabe

Tujuh Rumuh di Desa Kutabangun Karo, Diterjang Angin Puting Beliung