Tukka, Tapteng (SIB)- Sekira 60 warga Desa Sipange, Kecamatan Tukka, Tapanuli Tengah (Tapteng), bergotong-royong membersihkan sebidang tanah yang sudah ditumbuhi, di Jalan Baru Aek Tolang - Aek Horsik, Sabtu (19/9). Tanah itu disebut warga sebagai Tanah Kas Desa Sipange, yang sudah diusahai sejak 1992.Di atas tanah itu ditanami rambutan yang saat ini sudah tumbuh besar. Namun, diduga tanah tersebut telah diperjualbelikan kepada San Jhon Piter Pasaribu, sehingga saat warga bergotong-royong, San Jhon Piter Pasaribu dengan membawa akta notaris datang mengklaim tanah tersebut miliknya yang sudah dibeli.Sempat terdengar suara keras dengan nada mengancam antara Camat Tukka, Maharni Sitompul dengan San Jhon Piter Pasaribu, namun tidak berapa lama kemudian San Jhon Piter Pasaribu pulang. Sedangkan warga disaksikan camat terus bergotong royong hingga lokasi Tanah Kas Desa terlihat bersih. Setelah itu, warga mendirikan plank bertuliskan, “Tanah Kas Desa Sipangeâ€.Camat Tukka yang dimintai tanggapannya terkait adanya klaim dari San Jhon Piter Pasaribu mengaku tidak mempermasalahkannya. Menurutnya, selama warga mengaku itu Tanah Kas Desa, maka tidak ada masalah kalaupun ada orang yang mengaku itu tanahnya.â€Gotong royong ini juga kesepakatan warga, bukan perintah camat, sehingga siapa yang mengaku ini tanahnya maka berhadapan dengan masyarakat,†kata Maharni.Doharman Tambunan (50), salah seorang warga Sipange yang ikut gotong royong kepada SIB mengaku, tanah Kas Desa Sipange itu mulai diusahai sekira tahun 1992 dengan menanaminya rambutan oleh Ketua LKMD Sipange Purba Sitompul. â€Masyarakat akan melawan bila kepemilikan tanah ini berpindah tangan, ini bukan milik perorangan tetapi milik desa,†kata Dorharman. (E05/ r)