Masa Transisi, Sejumlah PNS di Pemkab Pakpak Bharat Jarang Masuk Kantor

* Masyarakat Kecewa Tidak Terlayani
- Senin, 21 September 2015 20:36 WIB

Warning: getimagesize(https://www.hariansib.com/cdn/uploads/images/2015/09/hariansib.com): Failed to open stream: HTTP request failed! HTTP/1.1 404 Not Found in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 171

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 172
Pakpak Bharat (SIB)- Pasca berakhirnya masa jabatan Bupati dan Wakil Bupati Pakpak Bharat Remigo Yolando Berutu MBA Maju Ilias Padang pada 25 Agustus 2015 lalu, Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Pemkab Pakpak Bharat bagaikan anak ayam kehilangan induk, sehingga sebahagian abdi negara tersebut berbuat semau gue.Komitmen Remigo di kala itu menciptakan birokrasi sebagai pelayan masyarakat dengan  kerja keras dan peraturan yang tegas untuk menuju pelayanan publik yang prima, membuahkan hasil gemilang, sehingga menoreh  pengakuan dengan mendulang  sejumlah penghargaan/piagam baik dari pemerintah provinsi, pusat maupun pihak swasta  di antaranya ISO 9001 : 2008 dan LAKIP (Laporan Akuntabilitas Kinerja Pemerintah) dan lainnya.Sederetan penghargaan dimaksud rupanya bukan menjadi suatu jaminan kualitas  pelayanan publik di lingkungan Pemkab Pakpak Bharat  berjalan sebagaimana yang diharapkan masyarakat. Di saat pemerintahan transisi saat ini sebahagian PNS di lingkungan Pemkab Pakpak Bharat melalaikan tugas alias jarang masuk kantor sebagaimana mestinya, sehingga masyarakat yang hendak mengurus sesuatu sering  merasa kecewa karena saat ditemui di kantor, PNS bersangkutan tidak ada padahal jarum jam masih menunjukkan waktu kerja.Seperti hal yang dialami oleh salah seorang mengaku marga Banurea. Sebelumnya dia hendak mengurus sesuatu di kantor  perizinan, namun karena pegawai yang dijumpai tidak ada ia dengan hati kecewa terpaksa pulang ke rumah. “PNS ini sebaik ditinggalkan Bupati Remigo bagaikan anak ayam kehilangan induk,” sebutnya.Sejumlah PNS yang berhasil dikonfirmasi SIB di seputaran komplek perkantoran Sindeka Jumat ( 18/9 ) pukul 10.00 tidak menampik adanya sejumlah oknum PNS masuk kantor sesuka hati. “Biasalah bang, di saat masa transisi begini orang memanfaatkannya. Kalau kami staf biasa ini apalah artinya, duduk seharian pun kami di kantor tidak ada manfaatnya,” ujarnya sekaligus bermohon kepada kru koran ini supaya merahasiakan namanya.Plt Asisten Administrasi Pembangunan Master Padang saat dikonfirmasi di kantornya, Kamis (17/9) mengaku kurang mengetahui adanya sejumlah oknum PNS jarang masuk kantor. “Sepanjang kita ketahui, setiap saat pimpinan memberikan himbauan agar di masa transisi ini PNS tetap bekerja sebagaimana mestinya,” sebut Padang singkat.Hasil pengamatan SIB Kamis (17/9) sekitar pukul 11.00 wib, sejumlah instansi sepi sebahagian hanya dihuni satu dua orang pegawai. Saat dikonfirmasi dimana sebahagian pegawai, mereka menjawab, “biasalah bang”, sebutnya sambil tersenyum. Di kantor lain di kota Salak, sejumlah PNS lengkap dengan seragam PDH, Kamis berkeliaran di pekan (onan) Salak  mungkin belanja kebutuhan rumah tangga. (B07/d)


Tag:

Berita Terkait

Martabe

PT Sumo Tolak Tudingan Pihaknya Menyebabkan Kebocoran PAD Medan dari Sektor Reklame

Martabe

Cadenazzi Borong Dua Gol, PSMS Hajar Sumsel United

Martabe

Sapa Warga di Bantaran Sungai Babura, Rico Waas Tegaskan Komitmen Respons Cepat dan Tepat Sasaran

Martabe

Pemko Medan Luncurkan PKH Adil Makmur Bantu Warga Kurang Mampu

Martabe

Jamintel Kejagung Paparkan Pengawasan DD, Ini Respon Bupati Labura

Martabe

Tujuh Rumuh di Desa Kutabangun Karo, Diterjang Angin Puting Beliung