Kisaran (SIB)- Warga Jalan Tuna Lingkungan I Kelurahan Bunut Barat Kecamatan Kisaran Barat Kabupaten Asahan mempertanyakan kualitas proyek Lapen di daerah mereka. Pasalnya, proyek peningkatan jalan tersebut sudah rusak dengan kondisi kerikilnya berlepasan padahal baru saja siap dikerjakan.“Belum sampai sebulan, masa sudah rusak. Kita sungguh kecewa,†ujar Sunardi warga setempat kepada SIB, mengungkapkan kekesalannya, Sabtu (18/9).Menurut dia, setelah melihat kualitas Lapen di daerah mereka diperkirakannya proyek tersebut tidak akan bertahan lama atau segera rusak. Sekarang saja, kata dia, banyak kerikil terlepas berserak seperti tidak tersiram aspal. Hal ini diduga terjadi karena sedikitnya lapisan aspal yang disiramkan. Jika sudah seperti ini, katanya, tentu sangat disayangkan penggunaan uang negara akan menjadi mubazir akibat proyek tidak dikerjakan dengan sebaik-baiknya. Dirinya pun berharap, proyek Lapen dimaksud sesegera mungkin diperbaiki. Amatan SIB, proyek peningkatan jalan di Keluarahan Bunut Barat itu di sisi pinggir jalannya banyak yang rusak (maksudnya kerikil lepas tidak kena aspal, red). Terlihat hasil pengerjaan Lapen hanya tebal di pasir tapi tidak di aspal sehingga menyebabkan aspal tidak lengket alias lepas. Lapisan Penetrasi Macadam (lapen), merupakan lapis perkerasan yang terdiri dari agregat pokok dan agregat pengunci bergradasi terbuka dan seragam yang diikat oleh aspal dengan cara disemprotkan di atasnya dan dipadatkan lapis demi lapis. Tetapi faktanya, pihak rekanan sebagai pihak ketiga sering mengabaikan ini demi meraih keuntungan yang lebih banyak lagi.Diketahui, proyek Lapen di Jalan Tuna Lingkungan I Kelurahan Bunut Barat tersebut panjangnya kurang lebih 100 meter dengan jumlah pagu berdasarkan keterangan warga di bawah Rp 200 juta.(D04/ r)