Tebingtinggi (SIB)- Pertemuan bulanan Badan Kerjasama Antar Gereja (BKAG) Kota Tebingtinggi, Sabtu sore (19/9) mengangkat isu sentral yang saat ini menghantui masyarakat Indonesia yaitu persoalan kabut dan asap.BKAG mengharapkan pemerintah mengambil tindakan tepat mengatasi permasalahan asap ini, sebab dampak yang ditimbulkan tidak saja virus yang menyebabkan munculnya penyakit, namun disisi lain persoalan asap juga berdampak pada sektor ekonomi. Pelaku pembakaran hutan yang menimbulkan kabut dan asap harus ditindak tegas dan jangan tebang pilih.Harapan itu disampaikan pengurus harian BKAG yang menghadiri rapat bulanan, antara lain Ketua BKAG Pdt Rittar Nababan MM, Sekretaris Pdt Gunawan Purba, Bendahara Ogamota Hulu SH MH, Pdt S Manullang, Pdt O Simbolon, Agusman Purba, Pdt L Telaumbanua, Pdt M Simbolon. Rapat bulanan digelar di Gereja Kasih Bapa Jalan Jambu Kota Tebingtinggi.Melihat kondisi kabut asap saat ini, banyak unit usaha yang mengalami kerugian karena tidak dapat beroperasi maksimal. Penyelesaian persoalan asap, harus ditindak tegas supaya ada efek jera pada masa yang akan datang. Artinya, tindakan kepada oknum pelaku pembakaran hutan, tidak sebatas menyelesaikan untuk saat ini saja. Namun harus menjadi acuan pada tahun-tahun yg akan datang, sehingga sanksi yang akan diberikan harus dilihat dari sudut pidana, karena akibat kejadian ini keselamataan jiwa jutaan orang menjadi terancam, sebut Pdt Rittar Nababan.Merawat bumi dan alam adalah tugas kita semua, sehingga tidak dibenarkan upaya mengembangkan usaha dengan melegalkan segala macam cara. Pemerintah harus mencari oknum-oknum dibalik persoalan ini, sebab jika tidak dituntaskan, hal ini tetap berulang pada tahun tahun yang akan datang. "Bumi ini adalah pemberian Tuhan sehingga tugas pokok kita atas alam dan bumi adalah merawat bumi, dan menghindarkan dari tangan tangan jahil. Global warning yang kita hadapi saat ini sekaitan dengan pemanasan Global, semakin bertambah seturut dengan persoalan kabut, menjadikan bumi tidak lagi tempat yang aman untuk dihuni," tegas Ketua BKAG.“Melihat kenyataan ini, kita semua sudah saatnya pro aktif merawat bumi ini, menjauhkan dari sikap-sikap tamak. Tugas merawat bumi tidak hanya tugas pemerintah namun semua elemen dan lapisan masyarakat. Begitu juga dengan persoalan asap tidak hanya tugas pemerintah pusat tetapi juga tugas pemerintah daerah. Gereja komit merawat alam dengan program yang disebut JPIC ( Justice Peace Integriti in Creation ) Perdamaian Keadilan dan Keutuhan Ciptaan. Saksi tegas harus diberikan kepada aktor dibalik persoalan asap ini,†jelas Nababan.Sementara, Ogamota Hulu menyampaikan bahwa BKAG akan menggelar rapat kerja (Raker) pada 28 September di Gereja GPDI Pasar Tengah Kota Tebingtinggi. Raker itu akan diikuti peserta dari MPH BKAG, MPL BKAG, PWKI, LPPD, GAMKI dan guru sekolah minggu. (C16/ r)