Judi Bermodus Game Marak di Rantauprapat

* Kasat Intelkam Polres Labuhanbatu: Itu Bukan Judi, Hanya Hiburan Adu Ketangkasan
- Senin, 21 September 2015 20:58 WIB

Warning: getimagesize(https://www.hariansib.com/cdn/uploads/images/2015/09/hariansib_Judi-Bermodus-Game-Marak-di-Rantauprapat.jpg): Failed to open stream: HTTP request failed! HTTP/1.1 404 Not Found in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 171

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 172
SIB/dok/ r
GAME DIDUGA JUDI: Warga bermain game "Ikan-ikan" yang diduga sebagai permainan judi bermodus game, kini kian marak di Rantauprapat, Minggu (20/9).
Rantauprapat (SIB)- Game "Ikan-ikan" mulai marak di Kota Rantauprapat. Permainan itu disebut-sebut game bermodus perjudian. Bahkan, aparat penegak hukum dengan dalih sebagai hiburan, memberikan izin keramaian untuk menjalankan bisnis tersebut.Seorang penggila game "Ikan-ikan", Rani, Sabtu (19/9) menyebut game "Ikan-ikan" itu merupakan bentuk perjudian. Sebab, calon pemain terlebih dahulu harus membeli koin dari pemain yang punya banyak koin, Rp1000 per koin."Dalam satu meja itu ada 6 orang pemain. Sebelum bermain kita beli koin dulu. Harganya seribu rupiah. Jika kita punya banyak koin, bisa langsung jual di tempat. Untungnya bisa jutaan rupiah," ungkapnya.Dia menjelaskan, sebelum memulai permainan, biasanya para pemain terlebih dahulu membeli koin. Satu koin itu dijadikan satu peluru untuk menembak ikan. Jika ikan yang ditembak mati, maka pemain akan mendapatkan bonus koin. Setelah mendapat banyak koin, para pemain bisa menukarkan koin tersebut dan langsung menjualnya kepada pemain yang membutuhkan koin."Jika ikan besar yang ditembak mati, maka bisa dapat bonus koin hingga 1000. Nah, bayangkan saja harga satu koin seribu rupiah. Jika kita miliki koin hingga ribuan, maka uang kita bisa jutaan dan koin itu bisa kita jual dengan mudah kepada pemain yang sedang membutuhkan koin. Makanya, bisa meraup untung jutaan rupiah per harinya," terang Rani.Hal serupa juga dikatakan Riduan dan Andi. Menurut kedua penggila judi game "Ikan-ikan" yang sebelumnya bekerja sebagai penarik becak ini, biasanya setiap hari mereka bisa memenangkan koin 5 ribu hingga 10 ribu koin, dimana hasil penjualan koin langsung dibagi dua."Jika kita pandai mengatur serangan untuk membunuh ikan besar, maka kita bisa meraih kemenangan 5 ribu hingga 10 ribu koin. Koin itu langsung kita jual kepada pemain yang lain dan terkadang kepada penjaga game tersebut. Yang jelas, setiap hari kami masing-masing bisa mengantongi uang Rp2 juta hingga Rp4 juta. Dari pada kerja bawa becak, lebih baik main game ini. Untungnya besar. Makanya, ramai peminat game ikan-ikan itu," terang Riduan diamini rekannya.Kasat Intelkam Polres Labuhanbatu AKP Cipto Samosir menyebut game "Ikan-ikan" itu permainan adu ketangkasan, bukan merupakan perjudian."Itu bukan judi. Itu hanya hiburan adu ketangkasan," kata Kasat Intelkam.Pantauan wartawan di seputaran Kota Rantauprapat, game "Ikan-ikan" kian menjamur, di antaranya di Jalan Imam Bonjol, Jalan Urip Sumodiharjo, Jalan Gatot Subroto, di super market dan tempat karaoke. (D10/ r)


Tag:

Berita Terkait

Martabe

PT Sumo Tolak Tudingan Pihaknya Menyebabkan Kebocoran PAD Medan dari Sektor Reklame

Martabe

Cadenazzi Borong Dua Gol, PSMS Hajar Sumsel United

Martabe

Sapa Warga di Bantaran Sungai Babura, Rico Waas Tegaskan Komitmen Respons Cepat dan Tepat Sasaran

Martabe

Pemko Medan Luncurkan PKH Adil Makmur Bantu Warga Kurang Mampu

Martabe

Jamintel Kejagung Paparkan Pengawasan DD, Ini Respon Bupati Labura

Martabe

Tujuh Rumuh di Desa Kutabangun Karo, Diterjang Angin Puting Beliung