Pematangsiantar (SIB)- Pengaruh kabut asap kiriman yang disinyalir dari Provinsi Riau dan Jambi menyebabkan jumlah penderita penyakit Infeksi Saluran Pernapasan Bagian Atas (ISPA), terhadap anak di Pematangsiantar meningkat.Selain itu, pengaruh dari debu vulkanik Gunung Sinabung pada beberapa hari lalu juga merupakan sumber peningkatan jumlah penderita ISPA terhadap anak. Dan menimbulkan beberapa gangguan kesehatan lainnya seperti iritasi pada mata serta kulit.Hal ini disampaikan dr B. Dewayani Susanti Spa kepada Jumat (18/9). Susanti menjelaskan seiring dengan pengaruh kabut asap penderita ISPA semakin meningkat dan dirawat di rumah sakit swasta maupun RSUD Djasamen Saragih.“Sebelum terjadi kabut asap, penderita ISPA anak hanya 5 orang, namun dengan peristiwa kabut asap menjadi 20 atau 25 orang per harinya. Penderita ISPA anak dominannya terjadi pada usia 5 tahun ke bawah, dikarenakan daya tahan tubuhnya yang masih lemah terhadap perubahan cuaca," katanya.Saat ditanya, gejala yang ditimbulkan dari penyakit ISPA, wanita berkulit putih tersebut menambahkan, seperti, demam, pilek, batuk, serta sesak pada saat bernapas. “Diharapkan kepada seluruh orangtua agar selalu menjaga kesehatan anaknya.Begitu juga apabila ingin bepergian keluar rumah agar selalu menggunakan masker baik pada saat membawa kendaraan maupun berjalan kaki, dan kegiatan lainnya,†ungkapnya. (DIK/HS/y)