Langkat (SIB)- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Langkat Sumatera Utara memprediksi jumlah hewan kurban pada perayaan Idul Kurban 1436 Hijriah mencapai 7.200 ekor atau naik sekitar 15 persen dibanding 1435 Hijriah.“Kami perkirakan ada penambahan jumlah hewan kurban yang dipotong pada tahun ini dibanding tahun sebelumnya,†kata Kepala Dinas Peternakan Pemkab Langkat M Tambeng di Stabat, Senin (21/9).Tambeng memperkirakan kenaikan itu sekitar 10-15 persen dari tahun 2014 yang mencapai 6.800 ekor.Berdasarkan data yang ada, pada Idul Adha 1435 Hijriah, jumlah hewan kurban untuk ternak besar mencapai 3.900 ekor sementara ternak kecil 2.900 ekor.Kepala Dinas Peternakan Langkat itu menambahkan panitia hewan kurban diharapkan tetap mengedepankan syarat “ASUH†yaitu Aman, Sehat, Utuh dan Halal, agar hewan yang dipotong benar-benar sesuai dengan syariat Islam.“Kami juga telah mempersiapkan para petugas di lapangan untuk terus melakukan pemantauan terhadap pemotongan hewan kurban ini, termasuk melihat dari dekat tempat penampungan hewan sebelum dipotong,†sambungnya.Selain itu, telah didirikan posko untuk pemeriksaan dan pengawasan kesehatan hewan kurban, dimana para agen, panitia maupun masyarakat bisa meminta informasi luas terhadap hewan yang akan dipotong apakah memenuhi syarat yang sudah ditentukan.Sementara itu Kepala Bidang Kesehatan Hewan Abdul Rahman menjelaskan kenaikan pemotongan hewan diperkirakan pada tempat yang selama ini cukup menonjol seperti di Kecamatan Stabat, Selesai, Binjai, Secanggang, Padang Tualang, Tanjungpura.Untuk tahun sebelumnya Kecamatan Stabat pemotongan hewan kurban mencapai 441 ekor ternak besar dan 214 ekor ternak kecil, kecamatan Selesai 326 ekor ternak besar dan 216 ekor ternak kecil.Sedangkan di kecamatan Tanjungpura 331 ekor ternak besar dan 155 ekor ternak kecil, Secanggang 235 ekor ternak besar dan 223 ekor ternak kecil, Padang Tualang 294 ekor ternak besar dan 224 ekor ternak kecil, yang kondisi seluruh ternak yang dipotong itu sehat. (Ant/d)