Rantauprapat (SIB)- Pemkab Labuhanbatu menggelar bimbingan teknis (Bimtek) tentang Penyusunan Laporan Keuangan Berbasis Akrual bagi pejabat penatausahaan keuangan, bendahara pengeluaran dan operator Simda keuangan SKPD-SKPD."Saya menggambarkan ke depan mengelola negara ini harus transparan, akuntabilitas, bonafit dan bermanfaat. Sistem audit ke depan ini, walaupun betul dialokasikan uangnya sesuai dengan yang direncanakan dan dijadwalkan, tetapi akan diawasi apakah ini bermanfaat kepada rakyat atau tidak. Makanya kita harus berhati-hati dalam menyusun rencana suatu kegiatan," kata Plh Bupati Labuhanbatu H Ali Usman Harahap SH saat membuka Bimtek, Senin (21/9), di Hotel Platinum Rantauprapat.Katanya, apabila sebuah kegiatan telah berulang-ulang dilakukan dan tidak menghasilkan dampak positif kepada rakyat, maka akan dimusyawarahkan dan ditertibkan."Jadi, mari kita perbaiki kelemahan-kelemahan termasuk masalah asset. Sebab masih banyak asset-asset kita yang dikuasai orang-orang tertentu. Untuk itu kita harus mengambil langkah-langkah guna mengambil kembali asset Pemkab dimaksud," ungkapnya tidak merinci asset yang dikuasai orang lain.Dia menjelaskan, penyusunan laporan keuangan berbasis Akrual merupakan salah satu penilaian BPK atas laporan keuangan pemerintah daerah yang akan datang dan mempunyai kontribusi penting terhadap perolehan penilaian dan opini BPK setiap tahunnya."Sejalan dengan itu, Pemkab Labuhanbatu telah memperoleh opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) atas laporan penggunaan keuangan/APBD 2014. Tentu perolehan itu dapat dipertahankan dan opini WTP bukan yang pertama dan terakhir, tetapi yang pertama dan seterusnya," jelasnya.Ubah Nasution auditor madya pada BPKP Perwakilan Sumut dalam sambutannya mengemukakan dan sangat berharap, melalui sosialisasi, peserta ke depan dapat menyerap ilmu dengan baik walaupun kemungkinan latar belakang ilmu yang dimiliki peserta di luar bidang ilmu akuntansi managemen."Sebagaimana kita ketahui bahwa korporasi atau BUMN di Indonesia telah lebih dulu menerapkan laporan keuangan berbasis akrual, hal ini diterapkan karena mereka harus transparan dan akuntabel. Sekarang tiba saatnya bagi pemerintah daerah menerapkan hal yang sama, untuk itu kami berharap seluruh peserta dapat mengikuti Bimtek ini dengan sungguh-sungguh sehingga transfer Knowledge yang diberikan fasilitator dapat diserap dengan baik dan dapat dilaksanakan pada laporan keuangan tahun 2015 sehingga opini WTP dapat dipertahankan," kata Ubah.Kadis PPKAD Labuhanbatu Aswad SE MAP dalam laporannya menjelaskan, kegiatan Bimtek Penyusunan Laporan Keuangan Berbasis Akrual dilaksanakan, 21-23 September 2015 diikuti 120 peserta dengan nara sumber dari BPKP Sumut.Menurut Aswad, tujuan Bimtek agar peserta dapat meningkatkan kompetensi bagi pejabat pengelolaan keuangan pada setiap SKPD dalam memahami perubahan laporan keuangan yang selama ini berbasis kas menuju laporan keuangan berbasis Akrual.Pembukaan Bimtek ini dihadiri Asisten Adm Pemerintahan Drs H Sarbaini dan kepala-kepala SKPD dan Kabag Humasinfokom Drs Sugeng, ditandai penyematan tanda peserta dan foto bersama. (D10/y)