Dinkes Tanjungbalai TA 2015 Kelola Dana Rp17,7 M

* PPP : Poskeskel Tak Berfungsi Bukti Bobroknya Kinerja Kadis
- Selasa, 22 September 2015 20:27 WIB

Warning: getimagesize(https://www.hariansib.com/cdn/uploads/images/2015/09/hariansib_Dinkes-Tanjungbalai-TA-2015-Kelola-Dana-Rp17-7-M.jpg): Failed to open stream: HTTP request failed! HTTP/1.1 404 Not Found in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 171

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 172
SIB/Usni Pili Panjaitan
TUTUP: Poskeskel Selat Tanjung Medan Kota Tanjungbalai, Senin (21/9) tak berfungsi. Kondisi bangunan tak terawat dan jembatan kayu sebagai sarana penghubung rusak parah.
Tanjungbalai (SIB)- Pos Kesehatan Kelurahan (Poskeskel) Selat Tanjung Medan Kecamatan Datuk Bandar Timur Kota Tanjungbalai, bertahun-tahun tak berfungsi. Warga pertanyakan fungsi sarana kesehatan itu.Pemerintah telah mencanangkan program pengembangan dan peningkatan pelayanan kesehatan dengan mengalokasikan dana yang cukup fantastis. Ironis, anggaran pembangunan sarana dan prasarana kesehatan yang dilaksanakan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Tanjungbalai sangat bertolak belakang dengan tujuan, fungsi dan manfaatnya.Fakta menunjukkan, keberadaan Poskeskel di Kota Tanjungbalai ternyata tidak mampu mewujudkan tujuan yang sebenarnya. Padahal pemerintah membangun Poskeskel dengan tujuan agar terwujudnya masyarakat sehat.Terwujudnya promosi kesehatan dalam meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang kesehatan. Terselenggaranya pengamatan dan pencatatan serta pelaporan dalam meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan atas resiko yang didapat, serta upaya pemberdayaan masyarakat untuk meningkatkan kemampuan masyarakat menolong dirinya di bidang kesehatan."Cukup besar uang rakyat dianggarkan hanya demi terlaksananya program kesehatan di Tanjungbalai. Tahun 2015 saja mencapai Rp17,7 miliar (termasuk penyediaan operasional). Tak berfungsinya Poskeskel bukti bobroknya kinerja Kadis dalam mewujudkan program kesehatan," kata Sekretaris DPC PPP Tanjungbalai Chairul Rasyid khawatir dana tersebut disalahgunakan.Berdasarkan data rencana umum pengadaan (RUP) TA2015 yang dipublikasikan LPSE Kota Tanjungbalai, Dinas Kesehatan untuk satu tahun anggaran mengalokasikan dana sebesar Rp17.715.845.999, untuk 69 kegiatan terdiri dari 3 kegiatan melalui penyedia dan 66 kegiatan swakelola.Kegiatan melalui swakelola di antaranya revitalisasi sistem kesehatan Rp63.190.000, pembangunan dan pemutakhiran data dasar standar pelayanan kesehatan Rp119.772.000, pengembangan media promosi dan informasi sadar hidup sehat Rp128.500.000.Pelayanan pencegahan dan penanggulangan penyakit menular Rp250.000.000, pembinaan SDM bidang kesehatan Rp177.500.000, pencegahan penularan penyakit endemik dan epidemik Rp98.450.000. Sosialisasi kebijakan lingkungan sehat Rp40.000.000. Peningkatan pelayanan dan penanggulangan masalah kesehatan Rp61.000.000 dan penyediaan operasional pelayanan kesehatan Rp1.545.957.000, penyuluhan menciptakan lingkungan sehat Rp138.000.000.Pantauan SIB, Senin (21/9) kondisi bangunan Poskeskel Selat Tanjung Medan Kecamatan Datuk Bandar Timur, tak terawat, pintu depan tertutup rapat tanpa hadirnya bidan atau petugas kesehatan guna melayani masyarakat.Warga sekitar kepada SIB membenarkan Poskeskel tersebut  tak pernah difungsikan sejak dibangun beberapa tahun lalu. "Kalaupun ada petugas hanya saat pertama difungsikan, selanjutnya tak pernah lagi aktif. Padahal keberadaannya penting bagi kami warga di sini. Coba bayangkan mau berobat saja butuh waktu untuk sampai ke Puskesmas, makanya kami sangat berharap Poskeskel ini aktif melayani masyarakat, tapi kami kecewa bangunan ini jadi simbol buruknya pelayanan kesehatan di daerah ini," keluh warga kepada SIB.Pernyataan warga mengandung kebenaran, lapisan cat putih di dinding bangunan telah memudar dan mengelupas. Bahkan jembatan kayu sebagai sarana penghubung ke Poskeskel telah lapuk dan rusak parah.Kadis Kesehatan Azhari Sima kepada SIB via telepon seluler, mengaku bahwa Poskeskel Selat Tanjung Medan tetap berfungsi. "Ada petugasnya dan difungsikan sesuai laporan Kepala Puskesmas," kata Azhari membuktikan dirinya hanya menerima laporan tanpa melihat kebenaran dan berjanji akan turun ke lapangan."Poskeskel ini dibangun untuk pelayanan kesehatan meliputi upaya promotif, preventif, kuratif yang dilaksanakan tenaga kesehatan. Fungsinya sebagai wahana peran aktif masyarakat, kewaspadaan dini, pelayanan dasar dan lini terdepan penanggulangan pasca bencana," tegas Rasyid mendesak Wali Kota untuk mengevaluasi kinerja Kadis Kesehatan karena dinilai gagal mewujudkan program pemerintah dalam melaksanakan pelayanan kesehatan yang prima dan selaras dengan dana yang dianggarkan.(D19/d)


Tag:

Berita Terkait

Martabe

PT Sumo Tolak Tudingan Pihaknya Menyebabkan Kebocoran PAD Medan dari Sektor Reklame

Martabe

Cadenazzi Borong Dua Gol, PSMS Hajar Sumsel United

Martabe

Sapa Warga di Bantaran Sungai Babura, Rico Waas Tegaskan Komitmen Respons Cepat dan Tepat Sasaran

Martabe

Pemko Medan Luncurkan PKH Adil Makmur Bantu Warga Kurang Mampu

Martabe

Jamintel Kejagung Paparkan Pengawasan DD, Ini Respon Bupati Labura

Martabe

Tujuh Rumuh di Desa Kutabangun Karo, Diterjang Angin Puting Beliung