Pematangsiantar (SIB)- Ratusan massa mempertanyakan janji Wali Kota P Siantar Hulman Sitorus untuk membangun tugu (patung) Raja Sangnaualuh yang dikenal sebagai Raja Siantar. Tudingan itu disampaikan ratusan massa yang mengatasnamakan Aliansi Masyarakat Pematangsiantar Tolak Pembohongan (AMPTP) saat menggelar aksi unjukrasa, Selasa (22/9) sekira pukul 11.00 Wib.Pantauan SIB, massa memulai aksinya di depan kantor Wali Kota Pematangsiantar di Jalan Merdeka. "24 April 2012 lalu tepatnya perayaan ulang tahun Siantar, Hulman berjanji akan membangun tugu Raja Siantar yaitu Raja Sangnaualuh sebagai bentuk penghormatan pahlawan," tegas salah satu orator, Toni Damanik.Namun, kata pria yang juga koordinator aksi ini, wali kota hingga sekarang tak dapat merealisasikan pendirian tugu tersebut. "Kala itu dikatakannya, tugu tersebut sudah terbangun sebelum akhir masa jabatannya. Atas keseriusan itu, Hulman melaksanakan peletakan batu pertama di depan Ramayana, Jalan Sutomo dengan biaya Rp 200 juta," teriak Toni.Massa kemudian berjalan kaki menuju bundaran Taman Makam Pahlawan (TMP) Nagur. Di bundaran TMP, Ketua BEM Universitas Simalungun (USI), Million Bangun mengatakan setelah dilakukan peletakan batu pertama pembangunan tugu Sangnaualuh dalam perjalanannya ada tarik ulur antara panitia pembangunan terkait perubahan lokasi pembangunan. "Awalnya lokasi pembangunan di segitiga depan Ramayana baru ke Taman Bunga. Tapi sampai sekarang tak kunjung dilaksanakan," terangnya.Setelah, meluapkan semua aspirasinya massa pun tampak menabur semen sebagai pertanda bahwa masyarakat juga peduli akan pembangunan tugu tersebut. "Secara simbolis kami menabur semen ini, tanda sebagai pembangunan dimulai. Kita tidak terlalu berharap lebih kepada pemerintah, karena masyarakat juga mampu membangun patung pahlawan Siantar ini," ujar Toni.Ketua panitia pembangunan tugu (patung) raja Sangnaualuh, Raja Siantar, Zainal Purba ketika dikonfirmasi terkait kendala pembangunan tugu yang tak kunjung terealisasi via selular menjawab bahwa dirinya lagi di luar Kota. "Mohon maaf saya lagi di Jakarta, jadi nggak bisa saya jelaskan melalui sms, nantilah setelah saya pulang ya....," ujarnya. (Dik/MS/ r)