PKL Penjual Buah Mengadu ke Polres P Siantar

- Rabu, 23 September 2015 15:35 WIB

Warning: getimagesize(https://www.hariansib.com/cdn/uploads/images/2015/09/hariansib.com): Failed to open stream: HTTP request failed! HTTP/1.1 404 Not Found in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 171

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 172
Pematangsiantar (SIB)- Sanna Boru Silalahi (40), Pedagang Kaki Lima (PKL)di Jalan Patuan Nagari, Kelurahan Sukadame, Kecamatan Siantar Utara, babak belur dihajar petugas Trantib PD Pasar. Di Mapolres Pematangsiantar, Selasa (22/9), Sanna Silalahi menjelaskan, pagi sekira pukul 09.00 WIB lima petugas trantib PD Pasar bersama seorang petugas kepolisian datang dan tanpa tanya langsung menghancurkan kiosnya yang berdiri di trotoar jalan.“Belum ada surat pemberitahuan tapi begitu sampai, petugas Trantib langsung membongkar kiosku dan menginjak-injak jualanku,” ucapnya. Melihat kelakuan para petugas trantib yang tak manusiawi itu, Sanna, pedagang buah-buahan ini mengaku sempat mencoba menghalangi petugas. “Kubilang sama petugas itu, yang gak adanya rasa perikemanusiaan kalian. Lagipula tindakan kalian ini melanggar HAM, kubilang sama orang itu,” kata Sanna warga Jalan Tenteram Ujung Kelurahan Sukadame, Kecamatan Siantar Utara ini.Karena terus menghalangi, petugas trantib emosi dan langsung menarik tubuh Sanna Silalahi, dan mencampakkannya ke aspal. Akibatnya, kaki kiri Sanna bengkak dan susah digerakkan. Melihat Sanna terkapar, petugas semakin beringas menghancurkan kios dan membuang barang dagangan Sanna ke jalanan. ”Satu orang menangkap aku, satu orang merusak meja, satu orang menginjak meja dan jualanku,” tambahnya.Petugas itu kemudian mengangkut kayu bekas kios dan mengangkut seluruh barang dagangan Sanna.Dikatakannya, ada diskriminasi dalam penggusuran itu. Sebab, di lokasinya berjualan ada beberapa pedagang lain, tetapi hanya dia yang digusur. “Di sampingku ada juga yang jualan buah, kenapa hanya aku yang digusur,” katanya.Beberapa pedagang yang menyaksikan tingkah laku petugas trantib yang tak manusiawi itu juga ikut menemani korban membuat pengaduan. Setelah mendengar laporan korban, petugas SPKT Polres Pematangsiantar pun membawa korban ke lokasi untuk olah TKP, dan meminta korban membawa dua saksi yang menyaksikan kejadian itu. (Dik/MS/h)


Tag:

Berita Terkait

Martabe

PT Sumo Tolak Tudingan Pihaknya Menyebabkan Kebocoran PAD Medan dari Sektor Reklame

Martabe

Cadenazzi Borong Dua Gol, PSMS Hajar Sumsel United

Martabe

Sapa Warga di Bantaran Sungai Babura, Rico Waas Tegaskan Komitmen Respons Cepat dan Tepat Sasaran

Martabe

Pemko Medan Luncurkan PKH Adil Makmur Bantu Warga Kurang Mampu

Martabe

Jamintel Kejagung Paparkan Pengawasan DD, Ini Respon Bupati Labura

Martabe

Tujuh Rumuh di Desa Kutabangun Karo, Diterjang Angin Puting Beliung