Tobasa (SIB)- Ironis, taman komplek Tugu Pahlawan Revolusi Mayjend Anumerta DI Panjaitan di pusat kota Balige Kabupaten Tobasa, tampak tumpukan sampah yang menimbulkan pemandangan yang tak mengenakkan seolah dibiarkan, bahkan seakan menjadi Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah.Selama beberapa hari terakhir ini, tumpukan sampah itu menjadi perhatian SIB namun hingga Rabu (23/9) sore, tumpukan sampah yang sudah menimbulkan aroma tidak sedap itu masih saja tetap berada di sekitar belakang komplek tugu DI Panjaitan. Diharapkan Kepala Dinas Pasar, Kebersihan dan Pertamanan Tobasa bisa segera memindahkan tumpukan sampah ini. Ketua FKPPI Tobasa, Benhard Siregar, menanggapi hal ini saat dikonfirmasi SIB, Kamis (24/9), mengutarakan rasa prihatin sekaligus kecewa melihat kinerja dinas terkait. Selaku Ketua FKKPI, Benhard menilai instansi terkait terkesan solah-olah tidak menghargai maupun menghormati Pahlawan Revolusi yang telah mengorbankan nyawanya demi tegaknya NKRI. â€Ini tidak bisa dibiarkan. Itu tugu orangtua kami. Kami selaku putera puteri purnawirawan kecewa atas kinerja dinas terkait,†tegasnya.Untuk itu Benhard menghimbau agar instansi terkait segera membersihkan taman komplek DI Panjaitan, sebelum pihaknya melakukan tindakan represif. Diharapkannya pula agar ke depan tidak terulang kembali hal seperti itu, dan ditegaskan bahwa komplek Tugu DI Panjaitan bukan tempat untuk pembuangan atau pengumpulan sampah. “Saya mohon agar segera dibersihkan,†tegasnya seraya menyarankan agar Kadis lebih sering turun ke lapangan meninjau lokasi rawan sampah. (BR6/f)