Seputar Kericuhan di Kantor Bupati Labura

Kapolres Labuhan Batu AKBP Teguh Yuswardhie : Saya Harap Tidak Ada Kepentingan Politik

- Jumat, 25 September 2015 20:05 WIB

Warning: getimagesize(https://www.hariansib.com/cdn/uploads/images/2015/09/hariansib.com): Failed to open stream: HTTP request failed! HTTP/1.1 404 Not Found in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 171

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 172
Medan (SIB)-  Sejumlah tokoh masyarakat Labuhan Batu Utara (Labura) meminta polisi mengusut tuntas aktor intelektual di balik keributan yang dilakukan oknum LSM R di Kantor Bupati Labura. Mereka menduga, ada keterlibatan salah seorang calon kepala daerah dalam skenario keributan itu. Diketahui, awalnya ketiganya meliput rapat persiapan Hari Raya Idul Adha yang dipimpin Bupati Labura H Kharuddin Syah SE alias Haji Buyung bersama sejumlah kepala dinas di lantai dua kantor itu. Namun saat bupati keluar seusai rapat, mereka menuding bupati melakukan kampanye terselubung untuk Pilkada, karena melihat ada warga yang keluar dari ruang kerja bupati. Diwawancara melalui telepon seluler, Ketua Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB) Labura H Aminurasyid mengaku, pihaknya sangat menyayangkan sikap oknum aktivis tersebut. Menurutnya, sebagai pelayan negara, wajar bila bupati dan stafnya bekerja hingga malam hari."Menurut saya, mereka terlalu curiga karena melihat di kantor bupati masih ada kegiatan di malam hari, sehingga terjadi kericuhan itu. Sebagai pelayan masyarakat, wajar saja mereka bekerja hingga malam hari. Malah seharusnya kegiatan mereka diapresiasi," ujarnya.Hal senada juga disampaikan Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Labura H Maksum. Ia mengaku, informasi yang diterima, malam itu bupati dan seluruh SKPD melakukan rapat persiapan Hari Raya Idul Adha di kantor bupati. Dalam rapat itu, disimpulkan sebanyak 18 ekor sapi dan 1 ekor kambing dikurbankan ke masyarakat."Saya harapkan jangan ada kepentingan politik dalam peristiwa ini. Saya berharap, pihak berwajib mengusut tuntas masalah ini serta mencari tahu aktor intelektual di balik keributan itu," harapnya.Diketahui, peristiwa itu terjadi di halaman Kantor Bupati Labura Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum), Desa Perkebunan Mambang Muda Kecamatan Kualuh Hulu, Senin (21/9) malam. Dalam kejadian itu, Rinaldi dan dua rekannya Heryansyah Simanjuntak dan Rahmad Padlan Sitorus mengaku dianiaya puluhan personil Satpol PP. Mereka kemudian mengadu ke Polsek Kualuh Hulu dan diambil alih penanganannya di Polres Labuhan Batu.Ketika dikonfirmasi, Kamis (24/9), Kapolres Labuhanbatu AKBP Teguh Yuswardhie SIK mengatakan, pihaknya masih menyelidiki terkait laporan itu. Diakui, saat ini penyidik telah memanggil dan memintai saksi-saksi. Menjawab wartawan, Teguh menegaskan, diharapkan tidak ada kepentingan personal atau politik dalam peristiwa tersebut, sebab dapat merugikan masyarakat. "Masih diselidiki, penanganan diambil alih Polres Labuhanbatu. Saya berharap, dalam kejadian itu tak ada kepentingan perorangan atau politik dalam hal ini, karena nanti masyarakat yang akan menjadi korban," tegasnya. (A19/d)


Tag:

Berita Terkait

Martabe

Sapa Warga di Bantaran Sungai Babura, Rico Waas Tegaskan Komitmen Respons Cepat dan Tepat Sasaran

Martabe

Pemko Medan Luncurkan PKH Adil Makmur Bantu Warga Kurang Mampu

Martabe

Jamintel Kejagung Paparkan Pengawasan DD, Ini Respon Bupati Labura

Martabe

Tujuh Rumuh di Desa Kutabangun Karo, Diterjang Angin Puting Beliung

Martabe

Kapolri Kunker ke Polda Sumut, Kirim 22 Truk Bantuan ke 3 Daerah Terdampak Bencana

Martabe

JAM Intel Hadiri Sosialisasi Jaga Desa di Kantor Gubernur Sumut