Gereja Katolik Paroki St Yoseph Tebingtinggi Gelar Pendidikan Ormas

- Jumat, 25 September 2015 20:15 WIB

Warning: getimagesize(https://www.hariansib.com/cdn/uploads/images/2015/09/hariansib.com): Failed to open stream: HTTP request failed! HTTP/1.1 404 Not Found in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 171

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 172
Tebingtinggi (SIB)- Tantangan gereja   saat ini hingga masa yang akan datang menurut Paus Yohanes Paulus II  adalah masalah  atheisme (tidak percaya Tuhan), konsumerisme (pemakaian barang-barang secara berlebihan), hedonisme (pandangan bahwa kesenangan atau kenikmatan merupakan tujuan hidup) dan terakhir wrong education (pendidikan yang salah).Demikian disampaikan Pastor Yosafat Ivo Sinaga OFM.Cap sebagai nara sumber pada acara pendidikan organisasi kemasyarakatan Gereja Katolik Se-Paroki St Yoseph Tebingtinggi di Aula Gereja Katolik Kota Tebingtinggi, Kamis (24/9). Kegiatan ini dipanitiai Pemuda Katolik dan Wanita Katolik RI Cabang Kota TebingtinggiPastor Yosafat Ivo Sinaga di hadapan 150 peserta yang berasal dari 55 stasi dan 20 lingkungan di bawah naungan Paroki Gereja Katolik se-Tebingtinggi mengatakan harapan iman atau pimpinan gereja terhadap ormas katolik di antaranya hilangkan kesan arogansi dan premanisme, spiritual kekatolikan harus tetap nyata, mampu memberi ‘pendidikan’ kepada masyarakat (Katolik maupun non), berani bersuara kenabian dalam aspek moral keadilan dan perdamaian, sikap tegas menolak diskriminasi, kerja sama dengan pemerintah dan gereja dan terakhir anggota harus punya moral yang baik, beriman dan pribadi yang berintegritasSedangkan Pimpinan Gereja Katolik Paroki St Yoseph Tebingtinggi Pastor   Yosaphat Yudo Pramono, OSC  dalam sambutannya mengatakan kader-kader pemuda gereja Katolik saatnya bangkit dan  ‘main’ jangan dipermainkan. Ia berpesan kalau ‘main’ jangan sebagai perusak jadilah kader gereja yang mematuhi aturan perundang-undangan yang berlaku di NKRIDiapun mengtakan, kehadiran gereja hendaknya tidak hanya dirasakan umat pribadi dan kalau itu yang terjadi gereja itu belum utuh dan belum bisa dirasakan orang lain, “Kehadiran gereja harus bisa dirasakan orang lain di sekitarnya baru dia utuh,” tegas Pastor YosaphatSedangkan Ketua Panitia Humala Siagian SSi dalam laporannya menyampaikan tujuan pendidikan organisasi kemasyarakatan untuk memberikan pencerahan kepada umat Katolik agar termotivasi dan mau berperan aktif dalam kegiatan organisasi kemasyarakatan yang ada di sekitarnya.Narasumber dalam pendidikan organisasi di antaranya  Pastor Yhosafat Ivo Sinaga OFM Cap materi peran umat Katolik dalam kehidupan bermasyarakat, Dra Junita Setiana Ginting MSi Motivator untuk membangkitkan semangat peserta, dan Harbain SE dari Kesbangpolinmas berorganisasi sesuai  Undang-Undang Nomor 17 tahun 2013 tentang Organisasi Kemasyarakatan (UU Ormas). (C17/d)


Tag:

Berita Terkait

Martabe

Sapa Warga di Bantaran Sungai Babura, Rico Waas Tegaskan Komitmen Respons Cepat dan Tepat Sasaran

Martabe

Pemko Medan Luncurkan PKH Adil Makmur Bantu Warga Kurang Mampu

Martabe

Jamintel Kejagung Paparkan Pengawasan DD, Ini Respon Bupati Labura

Martabe

Tujuh Rumuh di Desa Kutabangun Karo, Diterjang Angin Puting Beliung

Martabe

Kapolri Kunker ke Polda Sumut, Kirim 22 Truk Bantuan ke 3 Daerah Terdampak Bencana

Martabe

JAM Intel Hadiri Sosialisasi Jaga Desa di Kantor Gubernur Sumut