Wali Kota Tebingtinggi dan Ephorus HKBP Tandatangani MoU Kerjasama di Bidang Pertanian

- Jumat, 25 September 2015 20:20 WIB

Warning: getimagesize(https://www.hariansib.com/cdn/uploads/images/2015/09/hariansib_Wali-Kota-Tebingtinggi-dan-Ephorus-HKBP-Tandatangani-MoU-Kerjasama-di-Bidang-Pertanian.jpg): Failed to open stream: HTTP request failed! HTTP/1.1 404 Not Found in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 171

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 172
SIB/Humala Siagian
BERSALAMAN : Usai menandatangani MoU, Ephorus HKBP Pdt WTP Simarmata dan Wali Kota Tebingtinggi Ir H Umar Zunaidi Hasibuan MM bersalaman, Rabu (23/9).
Tebingtinggi (SIB)- Wali Kota Tebingtinggi Ir H Umar Zunaidi Hasibuan MM bersama Ephorus HKBP, Pdt WTP Simarmata, Rabu (23/9) memanen padi perdana desa mandiri benih. Acara tersebut dirangkai dengan penandatanganan MoU antara Pemko Tebingtinggi dengan Pimpinan HKBP tentang peningkatan di bidang pertanian.Acara  yang di pusatkan dipersawahan Kelurahan Pinang Mancun, Kecamatan Bejenis, Tebingtinggi dihadiri Kepala Dinas Pertanian Sumut yang diwakili Kepala Bidang Tanaman Pangan, Ir John Albertson Sinaga, Ketua Perhiptani Sumut Ir H Soekirman, Anggota DPRD Ir Pahala Sitorus MM dan Muliadi, Ketua MUI  H Ahmad Dalil Harahap, Kapolres Tebingtinggi AKBP Slamet Loesiono SiK, Danramil 13 Kapten Inf Salehan, Paeses HKBP Distrik XIV Tebingtinggi-Deli Pdt Dannerd W Siregar STh, Paeses Medan-Aceh, Praeses Pj Deli Serdang, Kepala Biro Pengmas HKBP dan  sejumlah Pendeta HKBP, Ketua BKAG Pdt Rittar Nababan STh, kepala Dinas Pertanin Tebingtinggi Marimbun Marpaung SP MSi.Ephorus mengatakan, tidak dipungkiri hingga saat ini banyak  hal yang maju di kalangan petani, namun demikian banyak juga hal yang harus ditambah termasuk misalnya soal perundang-undangan harga sebab harga produk hasil pertanian petani ditentukan swasta atau sering disebut dengan tengkulak.“Bulog tidak mungkin bisa menjangkau hingga ke desa-desa kami kesempatan ini dimanfaatkan swasta atau tengkulak dan ini tentu berbahaya bagi petani. Agar keringat yang luar biasa dikeluarkan petani didesa-desa terpencil tidak ‘dihisap’ tengkulak maka diperlukan regulasi yang mengatur standar harga hasil pertanian ini hingga sekarang  menjadi pergumulan gereja oleh karena harapan kami diperlukan regulasi kualiti produk, kualiti price seperti yang ada di negara –negara asing,” jelas Ephorus.Ephorus pada kesempatan itu juga menyampaikan bahwa Tebingtinggi di bawah kepemimpinan Umar Zunaidi Hasibuan akan menjadi kota yang pertaniannya luar biasa dan tentu ini menjadi kebanggaan masyarakat Tebingtinggi. Disampaikan Ephorus, HKBP tidak pernah memakai ketahanan pangan yang dipakai adalah kedaulatan pangan karena di dalamnya sudah dimulai dari pelatihan petani, penyiapan lahan, pemilihan bibit, kemudian perawatan musim tanam dan dilanjutkan dengan penataan harga pasar agar petani tidak dimakan para tengkulak.Umar Zunaidi Hasibuan menyampaikan terimakasih kepada pimpinan HKBP yang langsung turun menandatangani nota kesepahaman antara Pemko Tebingtinggi dengan HKBP yang tujuannya adalah untuk meningkatkan kualitas pertanian di Tebingtinggi. Selain itu wali kota menyampaikan terima kasih kepada Pemprovsu dalam hal ini Dinas Pertanian yang begitu memberikan perhatian ke Tebingtinggi.“Kita masyarakat Tebingtinggi bersyukur sebab hanya 46 Desa Mandiri Benih di Sumut tapi 2 ada di Tebingtinggi. Ini bentuk wujud Dinas Pertanian Provinsi kepada kita sebab kita tau Sumut luas dan terdiri 33 kabupaten/kota maka sudah sewajarnya kita menyampaikan terimakasih dan mengucapkan syukur,” jelas Umar.Wali Kota juga mengatakan, Ephorus datang ke Tebingtinggi bukan dalam rangka berbicara tentang keagamaan tetapi berbicara tentang pertanian bagaimana meningkatkan kualitas pertanian”Saya sependapat dengan Ephorus saat pertemuan pertama tukar pikiran. Katanya, doa itu sangat mahbul di terima Tuhan saat perut kita kenyang, konsentrasi kita kuat. ini langkah maju yang dilakukan HKBP dan Pemko Tebingtiinggi berterima kasih telah mendapat contoh pertanian yang menghasilkan beras organik,” jelas Umar.Kepala Bidang Tanaman Pangan Dinas Pertanian Sumut, Ir. John Albertson Sinaga mengatakan dari 46 Desa Mandiri Benih di Sumut dua di antaranya ada di Tebingtinggi. Dana Bansos transfer uang untuk setiap kelompok tani Rp 170 juta ini akan dipergunakan untuk membeli benih, “Selain itu akan difasilitasi membangun lantai jemur, kemudian gudang dan peralatan untuk meproduksi benih. Kita harapkan nanti seperti wacana saya Tebingtinggi sebagai industri benih di Sumut dan Dinas Pertanian Sumut siap mendukung hal tersebut” jelas John.Sebelumnya Kepala Dinas Pertanian Kota Tebingtinggi Marimbun Marpaung SP M.Si dalam laporannya menyampaikan, kegiatan kali ini acara POS Simpul Koordinasi yang dirangkai dengan penandatangan nota kesepahaman antara Pemko Tebingtinggi dengan pimpinan HKBP yang selanjutnya dilanjutkan dengan panen perdana  desa mandiri benih. (C17/y)


Tag:

Berita Terkait

Martabe

Sapa Warga di Bantaran Sungai Babura, Rico Waas Tegaskan Komitmen Respons Cepat dan Tepat Sasaran

Martabe

Pemko Medan Luncurkan PKH Adil Makmur Bantu Warga Kurang Mampu

Martabe

Jamintel Kejagung Paparkan Pengawasan DD, Ini Respon Bupati Labura

Martabe

Tujuh Rumuh di Desa Kutabangun Karo, Diterjang Angin Puting Beliung

Martabe

Kapolri Kunker ke Polda Sumut, Kirim 22 Truk Bantuan ke 3 Daerah Terdampak Bencana

Martabe

JAM Intel Hadiri Sosialisasi Jaga Desa di Kantor Gubernur Sumut