Pematangsiantar (SIB)- Untuk mengatasi kemungkinan terjadinya bencana, seperti longsor, dan banjir, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Pematangsiantar, anggarkan biaya penanggulangan bencana di Kota Pematangsiantar Rp1miliar."Potensi bencana di Pematangsiantar beragam seperti banjir, longsor. Anggaran itu untuk operasional dan penanggulangan bencana," kata Kepala BPBPD Pematangsiantar Drs Daniel Siregar, Jumat (6/11).Ia mengatakan, anggaran yang masuk di BPBD untuk penanggulangan bencana sangat terbatas, hanya berkisar 1 miliar. Jadi jika kurang, masih bisa memanfaatkan belanja tidak terduga," ucap Daniel.Daniel mengatakan, selama tiga triwulan 2015, laporan banjir sudah terjadi di sejumlah daerah di antaranya di Kecamatan Siantar Selatan, Siantar Barat, dan Siantar Utara, dan sejumlah daerah lain.Laporan banjir terakhir terjadi di tiga kecamatan yaitu Kecamatan Siantar Selatan menimpa Kelurahan Aek Nauli, Kelurahan Simalungun, dan Kelurahan Karo. Sehingga akibat banjir tersebut, ratusan rumah warga terendam dengan ketinggian sampai 50 senti meter hingga 1 meter.Lebih lanjut dia menjelaskan, banjir kiriman di sejumlah daerah di Kota Pematangsiantar rutin terjadi setiap tahun. Penyebabnya, air tidak dapat tertampung ke sungai yang ada di sekitar daerah tersebut, sehingga banjir terjadi.Karenanya, Pemko Pematangsiantar, juga akan segera membuat tembok penahan, dan penanaman pohon di sepanjang daerah aliran sungai (DAS) Bah Bolon, di Kecamatan Siantar Selatan, dan Siantar Barat. Hal tersebut bertujuan untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya luapan banjir dari Kabupaten Simalungun.“Makanya kepada seluruh warga diimbau supaya tidak membangun rumah, dan membuang sampah di sepanjang DAS Sungai Bah Bolon,†ujar Daniel.(C06/d)