Humbahas (SIB)- Pj Bupati Humbahas Bukit Tambunan, meninjau pembangunan proyek Stadion Bola Simangarondang, Doloksanggul, berbiaya lebih kurang Rp10 miliar di Desa Simangaronsang, Kecamatan Doloksanggul, Kamis (5/11).Bukit Tambunan mengatakan, proyek yang bersumber dari APBN Kementerian Pemuda dan Olahraga itu akan dilakukan secara bertahap. “Proyek berbiaya besar ini harus benar-benar diawasi, supaya pembangunannya bermutu, berkualitas dan fungsinya dapat menghasilkan olahragawan yang berprestasi, baik tingkat daerah, provinsi dan tingkat nasional bahkan internasional,†kata Bukit yang saat itu didampingi Kepala Bappeda Lamhot Hutasoit, Kakan Pora. Marang Situmorang dan Kabag Humas Osborn Siahaan.Bukit menyampaikan di lokasi itu juga perlu dibangun gedung olahraga (GOR) yang dapat dimanfaatkan menjadi multifungsi. Sehingga masyarakat dapat memanfaatkan gedung tersebut sebagai tempat acara adat masyarakat Humbahas. Namun fungsi utamanya adalah gedung olahraga yang difasilitasi berbagai sarana dan prasarana jenis olahraga, seperti badminton, lapangan futsal.“Semua masyarakat dapat menikmati fasilitas gedung dan fasilitas olahraga yang disediakan pemerintah dan melahirkan berbagai prestasi di bidang olahraga,†tandasnya.Sementara itu, Kakan Pora Marang Situmorang mengatakan, saat ini sedang dibangun stadion tertutup berbiaya Rp5 miliar pada tahap pertama dan pada tahun depan akan dilanjutkan dengan biaya 5 miliar yang bersumber dari APBN.Di hari yang sama, Pj Bupati Humbahas didampingi beberapa pimpinan SKPD meninjau jalan ringroad Doloksanggul yang melalui Desa Simangaronsang sampai ke Desa Sosornapa Doloksanggul yang dipersiapakan sebagai jalan alternatife untuk dilalui truk logging. “Pj Bupati menginginkan jalan ringroad ini segera diaspal hotmix, sehingga kemacetan di pusat Kota Doloksanggul tertib dan lancar,†kata Kabag Humhas Osborn Siahaan.Terpisah, Kadis Praswil Humbahas Manimbul Silalahi mengatakan, jalan ringroad yang memiliki panjang lebih kurang 8 Km itu akan diaspal hotmix secara bertahap dengan biaya lebih kurang lebih Rp5 miliar. (F03/y)