Tanah Karo (SIB)- Puluhan warga Kabanjahe meminta DPRD Karo menjadwalkan Rapat Dengar Pendapat (RDP) lintas komisi untuk membahas krisis air bersih di daerah ini. Apalagi Pemkab Karo belum merealisasikan usulan penggantian mesin pompa 6 (enam) unit senilai Rp 1,2 miliar untuk PDAM Tirta Malem Karo.Permintaan itu disampaikan Lloyd Reynold Ginting SP (35) dan Artiya Aksara Brahmana (52) yang juga cucu dari mantan Bupati Karo yang pertama kali Rakutta Brahmana, keduanya warga Kabanjahe saat menyampaikan surat kepada Ketua DPRD Karo Nora Else br Surbakti didampingi Djidin Ginting (Fraksi Demokrat) dan Sarijo Bako SP (Fraksi PKPI) di ruang kerja pimpinan DPRD Karo, Selasa (10/11).“Kemarin, Senin (9/10) kita sampaikan surat kepada Bupati Karo Terkelin Brahmana SH menyatakan kekecewaan 70 warga Kabanjahe yang dilengkapi dengan KTP dan dibubuhi tandatangan atas tidak diresponnya usulan dari PDAM Tirta Malem. Kali ini kita layangkan surat kepada pimpinan DPRD Karo agar menggelar RDP lintas komisi untuk membahas persoalan itu,â€katanya kepada wartawan.Menurutnya dengan RDP itu nantinya, warga bisa secara langsung menyampaikan permasalahan yang selama ini mereka hadapi terutama soal penyediaan air bersih. “Warga tidak tahu, persoalan apa yang dihadapi di PDAM Tirta Malem karena hingga saat ini belum ada tim independen menelusurinya. Intinya warga ingin memenuhi kebutuhan air bersih dari PDAM Tirta Malem,â€katanya.Ia menambahkan pembangunan sarana air bersih ini adalah bersifat urgen dan prioritas untuk diselesaikan. Mengingat, masyarakat Kabanjahe kesulitan untuk memperoleh air bersih dan harus membeli air Rp 4 ribu per jerigen.“Air ini adalah kebutuhan yang sangat vital, sehingga pihak terkait harus bisa mengambil langkah untuk itu. Paling tidak masyarakat yang mendapatkan pelayanan dari PDAM Tirta Malem tidak mengeluh lagi,â€katanya.Demikian juga, Pemkab Karo diminta akan memaksimalkan peran PDAM Tirta Malem untuk mengatasi kesulitan air bersih yang sudah berpuluh-puluh tahun dirasakan khususnya warga Kabanjahe.Oleh karena itu, ia mengharapkan dengan dilaksanakan RDP lintas komisi itu, akan ada solusi terbaik sehingga permasalahan bisa diatasi dengan baik dan masyarakat tidak kesulitan lagi dalam mendapatkan air bersih.Ketua DPRD Karo Nora Else mengatakan pihaknya akan menindaklanjuti atas masukan dari warga Kabanjahe . “Intinya hal ini akan dibawa dalam RDP lintas komisi yang ada di DPRD Karo,â€katanya.Sebagaimana disiarkan SIB sebelumnya, pihak Pejabat Sementara Direktur Teknik PDAM Tirta Malem, Lukman Peranginangin mengatakan pengusulan penggantian mesin pompa itu, salah satu penyebabnya, usia pompa sudah tua dan biaya pemeliharaan cukup tinggi. Di tempat terpisah Pejabat Sementara Direktur Utama PDAM Tirta Malem Kab Karo Enda P br Brahmana kepada wartawan di ruang kerjanya, Senin (2/11) mengakui pihaknya mengajukan usulan ke Bupati Karo mengenai penggantian mesin pompa enam unit untuk PDAM Tirta Malem dengan pagu anggaran Rp 1,2 miliar untuk ditampung di PAPBD TA 2015. “Hingga saat ini surat usulan ini belum ada balasan apakah diterima atau tidak oleh tim anggaran Pemkab Karo,â€pungkasnya. (B01/c).