Asahan (SIB)- Lebih jauh mengenal Tuhan Yang Maha Esa (Allah SWT) merupakan solusi untuk menimalkan angka perceraian di Asahan khususnya Kecamatan Simpang Empat. Demikian dikatakan Kepala Kantor Urusan Agama (KaKUA) Kecamatan Simpang Empat Drs H.Hubban.MM kepada SIB, Kamis (12/11).Tingginya angka prceraian hingga 80% dari 150 lebih jumlah pekara yang masuk ke Pengadilan Agama Kisaran mulai awal Tahun 2014 hingga Juni 2015 lalu menimbulkan beragam komentar dari berbagai lapisan masyarakat Asahan, termasuk KaKUA Simpang Empat Drs H Hubban. MM. Ia mengatakan, hal ini sangat memprihatinkan semua pihak.†Menurut saya hal ini harus segera di cegah dengan upaya dari pihak pernyelenggara nikah. Lebih mengenal Allah SWT (Tuhan Yang Maha Esa) merupakan solusi yang saya anggap jitu dalam menghadapi segala persoalan hidup di dunia hingga kehidupan akhirat, termasuk masalah rumah tangga hingga melahirkan perceraian yang banyak merugikan pihak wanita dan anak anak yang dihasilkan dari pernikahan itu sendiri. Mengenal Tuhannya melalui pemahaman ilmu ketuhanan atau (Ilmu Tauhid) serta permahaman ilmu duniawi telah kami terapkan kepada sejumlah calon pasangan menikah untuk meminimalkan angka perceraian di Asahan yang didominasi kaum perempuanlah yang lebih banyak sebagai penggugat. Pencerahan dan ceramah dari petugas KUA terus kita giatkan minimal satu minggu sebelum masa menikah diselenggarakan baik menikah di rumah pemohon nikah dan Kantor KUA setempat," ujar Hubban.Selain itu, peran kedua orang tua calon Pasurti sangat mempengaruhi kelanggengan anaknya yang akan menikah. (ZA/BR4/y).