Bunturaja (SIB)- Kriston Manullang warga Desa Sihorbo Kecamatan Siempat Nempu Dairi, setelah kalah dalam pertarungan Pilkades Rabu (11/11) sore , rumah keluarganya dilempari oleh sekelompok massa Kamis (12/11) sekira pukul 21.00 Wib . Peristiwa tersebut dilaporkannya ke Polsek Bunturaja yang tertuang dalam LP No: 39/XI/DR/SPK tertanggal 12 November 2015.Keluarga Manalu selaku hula-hula menyebutkan, mereka bermaksud menyampaikan penghiburan terhadap Kriston Manullang setelah kalah dalam pertandingan Pilkades. Namun, tanpa mereka ketahui ratusan orang keluar dari rumah kepala desa terpilih dengan membawa parang, kayu dan batu.“Kami menyampaikan berbagai nasihat dan penghiburan kepada lae dan keluarga, supaya sabar dan tidak melakukan tindakan apa-apa. Setelah kami membubarkan diri dari rumah itu, kami dilempari dengan batu. Kami mendengar suara ‘serang’ , dan ratusan warga menyerang kami,†ujar Manalu.Diakui warga lainnya, mereka sangat khawatir akan terjadi lagi hal yang sama kalau kasusnya tidak diselesaikan secara hukum dan memohon supaya dilakukan penahanan terhadap orang-orang yang terbukti sudah melakukan pelemparan tersebut.“Keluarga yang sudah korban sudah melakukan pemeriksaan dan visum. Mereka mengalami luka di badan, kaki, tangan dan punggung akibat dilempari batu. Kami berharap, proses hukumnya secepatnya dapat diselesaikan, sehingga kami dan warga lainnya merasa tenang,†harapnya.Kriston Manullang di Polsek Bunturaja mengaku telah melaporkan kejadian tersebut ke pihak berwajib. Manullang berharap, kepolisian dapat bertindak arif, bijaksana dan cepat melakukan tindakan terhadap para pelaku pelemparan.Kapolsek Bunturaja AKP S Pinem kepada wartawan Jumat (13/11) di ruang kerjanya mengakui adanya kejadian itu. Pinem mengaku masih melakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi sehubungan dengan kejadian tersebut.“Kami masih mendalami kasus ini dengan pemeriksaan saksi. Barang butki sudah diamankanâ€, kata Kapolsek. (B05/c)