Pembangunan Proyek STAKPN Tarutung Rp 30 M Terkesan “Amburadul”

* Humas STAKPN: Pembangunan Proyek Masih Tahap Wajar
- Senin, 16 November 2015 19:15 WIB

Warning: getimagesize(https://www.hariansib.com/cdn/uploads/images/2015/11/hariansib_Pembangunan-Proyek-STAKPN-Tarutung-Rp-30-M-Terkesan--Amburadul-.jpg): Failed to open stream: HTTP request failed! HTTP/1.1 404 Not Found in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 171

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 172
SIB/Anwar Lubis
AMBURADUL: Pembangunan proyek STAKPN yang dikerjakan secara bertahap di Desa Silangkitang Kecamatan Sipoholon Kabupaten Taput amburadul . Foto dipetik, Jumat, (13/11).
Tapanuli Utara (SIB)- Pembangunan proyek Sekolah Tinggi Agama Kristen Protestan Negeri (STAKPN) di Desa Silangkitang Kecamatan Sipoholon Kabupaten Tapanuli Utara (Taput) TA 2011 – 2014 yang dananya diperkirakan senilai Rp 30 miliar lebih dengan sumber dana dari APBN terkesan amburadul dan kurang pengawasan. Pantauan SIB, Jumat (13/ 11) pembangunan proyek tersebut terlihat tidak terawat dan kumuh, bahkan bangunannya banyak yang hancur diduga akibat lemahnya pengawasan pihak terkait H Hutabarat (47) warga setempat mengaku sangat kebingungan melihat hasil pekerjaan proyek tersebut apakah sudah selesai atau tidak. “Saya sangat bingung sebab proyek ini sudah hampir 3 tahun dikerjakan tapi belum selesai juga, ya seandainya bertahap apa mungkin ya pekerjaannya separah ini?,” katanya. Hal senada juga dikatakan D Nababan (29) yang berprofesi sebagai guru di salah satu sekolah di Kecamatan Sipoholon ketika dimintai tanggapannya mengatakan, awalnya sangat mendukung pembangunan kampus tersebut . Namun katanya, kalau ia melihat perkembangan pembangunannya sangat disayangkan karena mungkin tidak akan sesuai dengan yang direncanakan. “Jika dibiarkan terus menerus, pembangunannya bakal jadi kumuh karena tidak terawat . Saya berharap besar agar pembangunan proyeknya dapat segera rampung sehingga dapat dimanfaatkan masyarakat, utamanya untuk penyebaran Injil di wilayah Tapanuli ini karena kampus ini nantinya bisa disebut identik dengan pencetak guru maupun penyebar Agama Kristen,” ujarnya Untuk itu ia berharap, semua elemen yang terkait harus tegas dan berkomitmen melakukan pengawasan. Terkait hal tersebut, Humas STAKPN Sihar Manurung ketika dikonfirmasi melalui SMS menilai, pembangunan proyek tersebut masih dalam tahap proses dan berlangsung wajar , walaupun masih banyak kekurangan karena keterbatasan anggaran Dikatakan, proyek tersebut dimulai tahun 2011 dengan pembebasan lahan terlebih dahulu dan pada tahun 2012 dimulai dengan pematangan lahan. “Proyek dilaksanakan secara bertahap dan disesuaikan dengan kemampuan anggaran yang ada,”ungkapnya Dijelaskan, pembangunan proyek itu juga memiliki Upaya Pengelolaan Lingkungan (UKL) dan Upaya Pemantauan Lingkungan (UPL), sedangkan Analisis Dampak Lingkungan (AMDAL) katanya, masih dalam proses penyusunan. (E02/c)


Tag:

Berita Terkait

Martabe

Polrestabes Medan: Percut Sei Tuan Tertinggi Kasus Judi dalam 100 Hari

Martabe

Polres Simalungun Pantau Harga Sembako Jelang Ramadan, Beras Premium Rp14.200-Rp16.000/Kg

Martabe

Imlek 2577, Lampion Merah Semarakkan Wajah Kota Pematangsiantar

Martabe

Indosat Luncurkan SATSPAM+ Ramadan, Klaim Lindungi WhatsApp Call dari Penipuan

Martabe

Bobby Afif Nasution Gaungkan Gerakan ASRI di Pantai Sorake, Serukan Wisata Bersih

Martabe

DPRD Kota Medan Soroti Bangunan Tanpa PBG, Antonius Tumanggor Desak Penindakan