Padangsidimpuan (SIB)- Ketua Umum Persatuan Naposo/Nauli Bulung (NNB) Salumpat Saindege Kota Padangsidimpuan Jhonatan Siregar, mengatakan pihaknya berencana menduduki Gedung DPRD Padangsidimpuan karena para anggota dewan dinilai gagal mengemban amanah yang telah dipercayakan rakyat.Kegagalan anggota DPRD menetapkan Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara KUA-PPAS Rencana APBD 2016 merupakan salah satu bukti 30 wakil rakyat periode 2014-2019 tidak mampu mewujudkan aspirasi dan kepentingan rakyat Padangsidimpuan.“Lantas, apa kerja mereka di sana? Hanya duduk-duduk lalu awal bulan terima gaji. Bah, sudah gawat kita ini dan itu harus dihentikan, “ujar Jhonatan.Menurut dia, baru kali ini terjadi KUA dan PPAS gagal DPRD Padangsidimpuan. Bahkan, sejak masih bernama Kabupaten Tapanuli Selatan (sebelum dimekarkan menjadi lima kabupaten/kota kini bernama Tabagsel), hal seperti itu tidak pernah terjadi. KUA dan PPAS merupakan pedoman untuk penyusunan RAPBD Tahun Anggaran (TA) 2016."Bila perlu kita akan duduki Gedung DPRD dan melakukan sidang rakyat dengan agenda penilaian terhadap seluruh anggota dewan yang terhormat apakah masih pantas mewakili rakyat atau tidak," tegas Jhonatan. Apabila hasil sidang rakyat itu memutuskan mencabut amanah yang diberikan kepada 30 anggota dewan, maka NNB Salumpat Saindege akan merekomendasikan kepada partai politik yang mendudukkan anggota dewan tersebut untuk diganti lewat mekanisme PAW (Pergantian Antar Waktu).Seperti diketahui, saat paripurna penetapan KUA-KPAS, Sabtu (14/11) lalu, pimpinan rapat Hj Taty Aryani Tambunan (Ketua Dewan) bersama Edi Jurianto Harahap dan Ir Ahmad Yusuf Nasution (Wakil Ketua Dewan) mensuor sidang hingga waktu yang tidak ditentukan. “Inikan mengambang dan abu-abu, sebab perkataan kalimat waktu yang tidak ditentukan bisa saja lewat tahun 2015. Gawat kita ini,†ujarnya.Dikatakan, jika rapat paripurna penetapan KUA dan PPAS kembali digelar, SKPD yang sudah dibahas anggarannya dianggap tidak berlaku lagi dan pembahasan kembali ke nol. Ini semacam lawak-lawak. Berarti anggota dewan sama sekali tidak memahami tugas dan fungsinya sebagai anggota dewan,†katanya.Menurut Jhonatan, anggota NNB yang jumlahnya mencapai belasan ribu tersebar di seluruh Kota Padangsidimpuan telah diingatkan supaya mencatat dan menginventarisasi nama-nama anggota dewan periode 2014- 2019 untuk mempertimbangkannya tidak memilihnya lagi pada Pileg berikutnya. (E08/y)