Tanah Karo (SIB)- Setelah sempat ditertibkan sebelumnya, kini pedagang liar di sekitar Jalan Veteran eks Bioskop Ria dan kawasan Terminal Berastagi kembali menjamur. Kondisi memprihatinkan ini mendapat kritikan dari sejumlah pihak khususnya warga setempat.Di kawasan eks Bioskop Ria pedagang liar umumnya menggelar barang dagangan pakaian bekas (loak, istilah setempat, red) pada hari Minggu. Sedangkan di kawasan terminal Berastagi para pedagang berjualan setiap hari mulai pukul 10.00 Wib.Selain merusak tatanan estetika kota, keberadaan para pedagang liar juga menambah semrawut serta kemacetan ruas jalan serta trotoar bagi pejalan kaki di lokasi tersebut. Kesemrawutan di sekitar terminal yang juga merupakan jalur menuju Pusat Pasar Berastagi tentunya menyulitkan ibu rumah tangga untuk berbelanja.Persoalan ini telah lama menyebabkan keresahan bagi masyarakat sekitar. Berbagai keluhan pun timbul seperti, sulitnya bagi para pejalan kaki untuk melintas di trotoar yang dijadikan tempat menjajakan dagangan oleh para PKL yang umumnya berasal dari luar Karo tersebut."Masalah pedagang kaki lima ini merupakan permasalahan klasik di Kota Berastagi. Pihak Satpol PP Pemda Karo selalu bermain kucing - kucingan dengan para pedagang. Kita akui memang ada penertiban, namun setelah itu tak menunggu lama para PKL akan menjamur kembali. Seperti halnya yang terjadi sekarang ini," ujar Andi warga Berastagi kepada wartawan, Senin (17/11).Dikatakan, Pemda Karo tampaknya kurang perduli dengan keindahan dan keasrian kota Berastagi sebagai salah satu destinasi wisata di Kabupaten Karo. Hal ini jelas tercermin dari sikap pembiaran yang dilakukan terhadap para PKL. Hal ini tentu perlu diperhatikan mengingat dekatnya Festival Danau Toba yang acara pembukaannya dilaksanakan di Berastagi.Sebelumnya Kakan Satpol PP Pemkab Karo Edi Katana Sebayang ketika dihubungi mengatakan, pihaknya akan melakukan penertiban para PKL. Namun ia juga menyatakan akan melakukan koordinasi dengan Dinas Perhubungan. "Sudah berulang kali kita peringati secara lisan dan tulisan. Bahkan penertiban juga kerap dilakukan. Namun masih saja ada yang membandel, akan kita tindak sesuai aturan," tegas Edi Katana. (B01/f)