Langkat (SIB)- Akibat pembongkaran untuk rehab jembatan di Desa Jatisari Kecamatan Padangtualang Langkat, hampir sepekan terakhir sejumlah pengemudi mobil mengeluh karena tidak ada dibangun jalan alternatif.Pantauan wartawan, Senin (16/11), pelaksana proyek rehab jembatan hanya menyediakan jalan alternatif bagi pengendara sepedamotor. Padahal hampir setiap hari jalan menuju tiga kecamatan Batang Serangan, Sawit Sebrang dan Padang Tualang itu dilintasi ratusan mobil maupun truk.“Kami terpaksa putar jalur dan jarak tempuh capai puluhan kilometer dari Tanjung Pura menuju Batang Serangan,†sebut pengemudi mobil Agus warga Batang Serangan kepada wartawan SIB di lokasi, Senin (16/11). Untuk dapat melintasi jalan tersebut Agus dan pengemudi lainnya terpaksa menyiapkan uang ekstra termasuk BBM karena harus memutar haluan yang jaraknya mencapai 20 Km lebih, kesalnya.Sementara itu proyek rehab jembatan Desa Jati Sari Kec Padang Tualang yang bersumber APBD Langkat 2015 dengan anggaran Rp 396 juta oleh pelaksana CV Ananda diperkirakan akan selesai sebulan lebih.Saat ditanya wartawan terkait jalan alternatif untuk kendaraan roda empat termasuk truk tersebut sejumlah pekerja di lokasi tidak mau berkomentar banyak, karena menyangkut kebijakan jalan alternatif tersebut bukan kewenangannya.Demikian halnya Kadis PU Kab Langkat Bambang Irawan saat dikonfirmasi wartawan terkait keluhan sejumlah pengemudi mobil tersebut tidak berhasil ditemui. (B-03/f)