Sosialisasi Budaya Sadar Bencana di Kota P Siantar

- Rabu, 18 November 2015 19:04 WIB

Warning: getimagesize(https://www.hariansib.com/cdn/uploads/images/2015/11/hariansib_Sosialisasi-Budaya-Sadar-Bencana-di-Kota-P-Siantar.jpg): Failed to open stream: HTTP request failed! HTTP/1.1 404 Not Found in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 171

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 172
SIB/Harianto Siregar
TANAM POHON: Asisten I Pemerintah Kota (Pemko) Pematangsiantar Leonardo Simanjuntak didampingi Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Pematangsiantar Drs Daniel Siregar, menanam pohon di Taman Sehati Jalan MH Sitorus, Selasa (17/11).
Pematangsiantar (SIB)- Bencana merupakan kejadian yang tidak kita inginkan, namun demikian harus diantisipasi karena bencana selalu bisa terjadi secara tiba-tiba tanpa diduga.Maka dari itu, kesiapan masyarakat untuk mengantisipasi bencana tersebut, sangat diperlukan kesiapsiagaan masyarakat melakukan tindakan mengurangi resiko, seperti membuang sampah, melakukan penebangan kayu, serta penyempitan saluran air dengan membangun rumah di sepanjang Daerah Aliran Sungai (DAS).Demikian sambutan Plh Wali Kota Pematangsiantar, yang dibacakan Asisten I Pemerintah Kota (Pemko) Pematangsiantar Leonardo Simanjuntak, saat  membuka Sosialisasi Budaya Sadar Bencana dan Penanaman Rumput Penahan Longsor (Vitever), di Convention Hotel, Siantar Hotel, Kota Pematangsiantar, Selasa (17/11).Selain itu, upaya penanggulangan bencana adalah merupakan amanah dari UU. No. 24 tahun 2002 tentang penanggulangan bencana, yang bertujuan memberikan perlindungan kepada masyarakat dari ancaman bencana, menjamin terselenggaranya penanggulangan bencana secara terencana, tepadu, terkordinasi dan menyeluruh."Saya mengharapkan kepada BPBD Siantar agar dapat melakukan mapping prioritas area yang rawan bencana, khususnya bencana longsor, serta kondisi tanah yang labil di Siantar dan melakukan pemberdayaan lingkungan kepada masyarakat sekitar sehingga memiliki tanggung jawab,” tegasnya.Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Pematangsiantar, Drs Daniel Siregar menjelaskan, sosialisasi pemahaman bencana harus dimulai dari sekolah, sehingga nantinya, para siswa dapat menjadi relawan bencana yang dapat memberikan pemahaman bencana kepada masyarakat.“Sosialisasi ini harus kita awali dari siswa, dan nantinya para siswa diharapkan menjadi relawan untuk memberikan pemahaman, dan cara mengantisipasi bencana kepada masyarakat,” kata Daniel.  Sebelumnya, Kepala Bidang Kesiapsiagaan Alisman Marbun, dalam laporanya mengatakan, kegiatan ini adalah dalam rangka melaksanakan salah satu program pemerintah, yaitu mengurangi rawan bencana."Mengajari masyarakat secara langsung, seperti menanam rumput penahan longsor," ujarnya sembari berharap agar para perserta dapat melakukan sosialisasi ditempat tinggal masing-masing para peserta.Hadir sebagai narasumber pada kegiatan sosialisasi tersebut, Komandan Satgas BPBD Sumut Ir Marjuki, Wakil Komandan Satgas BPBD Sumut Alzuhri Hamid dengan materi kesiapsiagaan masyarakat menanggulangi bencana. (C06/y)


Tag:

Berita Terkait

Martabe

Polrestabes Medan: Percut Sei Tuan Tertinggi Kasus Judi dalam 100 Hari

Martabe

Polres Simalungun Pantau Harga Sembako Jelang Ramadan, Beras Premium Rp14.200-Rp16.000/Kg

Martabe

Libur Panjang Imlek, 26.886 Tiket Kereta Api di Sumut Telah Terjual

Martabe

Imlek 2577, Lampion Merah Semarakkan Wajah Kota Pematangsiantar

Martabe

Indosat Luncurkan SATSPAM+ Ramadan, Klaim Lindungi WhatsApp Call dari Penipuan

Martabe

Bobby Afif Nasution Gaungkan Gerakan ASRI di Pantai Sorake, Serukan Wisata Bersih