BKPEKDT akan Remajakan Mangga Muara di Sibandang Taput

- Rabu, 18 November 2015 19:06 WIB

Warning: getimagesize(https://www.hariansib.com/cdn/uploads/images/2015/11/hariansib.com): Failed to open stream: HTTP request failed! HTTP/1.1 404 Not Found in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 171

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 172
Medan (SIB)- Badan Koordinasi Pengelolaan Ekosistem Kawasan Danau Toba (BKPEKDT) bekerjasama dengan PT Inalum (Persero) akan meremajakan pohon Mangga Muara di Kecamatan Muara, Kabupaten Taput, pada 25 hingga 26 November 2015.Rencana tersebut dikemukakan Ketua Harian Badan Pelaksana BKPEKDT Ardhi Kusno didampingi Kepala Sekretariatan Rachmad Karokaro kepada wartawan di kantornya di Jalan Kapten Pattimura Medan, Senin (17/11).Menurut Ardhi, Mangga Muara sangat terkenal di Sumut hingga ke sejumlah provinsi lain sejak puluhan tahun silam. Namun, keberadaan Mangga Muara kini kian berkurang akibat alih fungsi lahan dan lain sebagainya. “Kita akan menanam 1.500 bibit pohon baru yang disediakan Badan Pelaksana BKPEKDT didukung program Corporate Social Responsibility (CSR) PT Inalum,” ujarnya.Dia menjelaskan, bibit pohon Mangga  Muara yang akan ditanam merupakan hasil perbanyakan vegetatif sambung pucuk dengan batang atas jenis Mangga Muara dan batang bawah jenis mangga lokal. Usia bibit sekitar enam bulan dengan ketinggian rata-rata 60 cm. “Jika perawatannya baik, dalam waktu 4 atau 5 tahun sudah mulai berbuah,” jelasnya.Tidak hanya menyiapkan bibit, BKPEKDT dan PT Inalum juga memberikan pupuk organik sekitar 4,5 ton. Pupuk tersebut akan didistribusikan kepada 70 petani di Desa Sibandang, Kecamatan Muara, Kabupaten Taput.Profram tersebut, katanya, dimaksudkan menggiatkan kembali minat petani di Kecamatan Muara meremajakan Mangga Muara yang saat ini sebagian besar pohonnya sudah berusia tua dan kurang produktif. “Tujuan lain program ini adalah untuk menjaga kelestarian alam dan ekosistem kawasan Danau Toba sebagai daerah wisata serta untuk pemberdayaan konservasi lahan dalam meningkatkan ekonomi masyarakat setempat,” tambahnya.Dia berharap, program tersebut mendapat dukungan dari pemerintah daerah setempat dan masyarakat termotivasi untuk melakukan gerakan massal dalam meremajakan Mangga Muara.Rachmad Karokaro mengatakan, pihaknya juga akan melakukan pengendalian sampah di kawasan Danau Toba. Program tersebut diawali dengan penyiapan dan pemasangan 40 set tong sampah di 3 desa yakni Desa Unthe Mungkur, Desa Hutanagodang, Kecamatan Muara, Desa Marbun Toruan, Kecamatan Bakti Raja Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas).Dikatakannya, tiap satu set tong sampah terdiri dari tiga unit tong yakni untuk tempat penampung sampah organik, an-organik dan sampah B3. Masing-masing unit tong sampah tersebut berkapasitas 50 liter dan dipasang permanen dilengkapi tiang besi dengan cor semen. Kita harapkan program ini menjadi langkah awal gerakan massal untuk menjaga kebersihan lingkungan khususnya di sekitar kawasan Danau Toba,” harapnya. (A14/q)


Tag:

Berita Terkait

Martabe

Polrestabes Medan: Percut Sei Tuan Tertinggi Kasus Judi dalam 100 Hari

Martabe

Polres Simalungun Pantau Harga Sembako Jelang Ramadan, Beras Premium Rp14.200-Rp16.000/Kg

Martabe

Imlek 2577, Lampion Merah Semarakkan Wajah Kota Pematangsiantar

Martabe

Indosat Luncurkan SATSPAM+ Ramadan, Klaim Lindungi WhatsApp Call dari Penipuan

Martabe

Bobby Afif Nasution Gaungkan Gerakan ASRI di Pantai Sorake, Serukan Wisata Bersih

Martabe

DPRD Kota Medan Soroti Bangunan Tanpa PBG, Antonius Tumanggor Desak Penindakan