Kalender Kerja Tinggal 45 Hari Lagi

DPRD Desak Pemkab Karo Segera Tuntaskan Proses Lelang yang Ditampung di PAPBD TA 2015

- Rabu, 18 November 2015 19:22 WIB

Warning: getimagesize(https://www.hariansib.com/cdn/uploads/images/2015/11/hariansib.com): Failed to open stream: HTTP request failed! HTTP/1.1 404 Not Found in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 171

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 172
Tanah Karo (SIB)- DPRD Karo meminta kepada  Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di lingkungan Pemkab Karo sepekan ke depan semua proses lelang yang ditampung dalam anggaran P APBD TA 2015 segera selesai.Pasalnya kalender kerja tinggal 45 hari lagi hingga pada 31 Desember 2015. Disamping itu, dikuatirkan pelaksanaan proyek  akan terkendala waktu dan cuaca,   serta berdampak daya serap anggaran yang dilakukan Pemkab Karo bakal tidak maksimal, terutama pada infrastruktur dan fisik lainnya untuk pembangunan di daerah tersebut.Padahal Perubahan APBD  Karo TA 2015 senilai Rp 487.607.427.359  yang terdiri dari belanja langsung Rp 290.728.707.866 dan belanja tidak langsung Rp 196.878.719.493  telah disyahkan antara eksekutif dan legislatif di daerah tersebut  pada akhir September 2015.Demikian disampaikan anggota DPRD Karo Sarijon Bako SP kepada SIB di gedung DPRD Karo, Senin (16/11). Menurutnya pencapaian progres daya serap anggaran harus ditingkatkan, dengan memaksimalkan kinerja dan mengoptimalkan keberadaan Sumber Daya Manusia (SDM) di wilayah kerja masing-masing.Mengingat kalender kerja tinggal 45 hari lagi pada 31 Desember 2015 mendatang, politisi PKPI itu ragu pada pemborong bisa menyelesaikan tugasnya tepat waktu. Untuk itu, SKPD diminta melakukan pengawasan semaksimal mungkin agar kualitas proyek P APBD TA 2015 terjamin dan tidak dikerjakan asal-asalan.Ia menambahkan, kondisi keterlambatan pengerjaan proyek hampir terjadi setiap tahun, tanpa ada solusi atau kebijakan dari pemerintah daerah. Salah satu penyebabnya adalah lambatnya proses lelang setiap tahunnya, yang berimbas mepetnya waktu pelaksanaan sehingga rekanan tidak mampu menyiapkan pekerjaan sesuai schedule yang telah ditetapkan. Selain akibat keterlambatan proses lelang, menurutnya, bisa karena kelalaian para rekanan. Dan hal ini perlu diawasi secara ketat di akhir tahun 2015.Lebih lanjut dikatakannya, kondisi itu harus menjadi perhatian SKPD yang mengelola supaya pekerjaan yang dibayarkan sesuai dengan yang dikerjakan, sehingga tidak merugikan pemerintah daerah.Kepala Unit Layanan Pengadaan (ULP) Sri Harmonista br Kaban ST ketika dikonfirmasi melalui telepon selulernya, Senin (16/11) mengakui belum menuntaskan keseluruhan proses pelelangan pengadaan barang dan jasa yang ditampung di P APBD TA 2015.“Di Cipta Karya masih ada 2 paket lagi untuk dilelang dan di Dinas Pertanian masih juga dalam tahap proses pelelangan untuk pengadaan barang dan jasa yang nilai pagu anggaran di atas Rp 200 juta,” katanya.  Kadis Dinas PUD Karo Ir Paten Purba kepada wartawan di ruang kerjanya, Kamis (12/11) adapun pagu anggaran di Dinas PUD Karo sekitar Rp 143.302.964.174. “Dari pagu anggaran itu untuk pengadaan fisik dan DAK dari Pusat sekitar Rp 139.042.573.292,” ungkapnya.Ditanya apakah Dinas PUD Karo telah menyelesaikan proses lelang untuk paket proyek P APBD TA 2015 dengan nilai pagu anggaran di atas Rp 200 juta, ia mengatakan masih dalam proses  pelelangan dan belum menuntaskan keseluruhannya.Disinggung lagi akhir tahun anggaran pada 31 Desember 2015, tinggal 45 hari lagi ke depan,  apalagi pada saat ini curah hujan tinggi tentu berpengaruh pada pekerjaan fisik dan penyerapan anggaran, ia menjelaskan akan berupaya menghasilkan semaksimal mungkin penyerapan anggaran di Dinas PUD Karo.Sementara itu Plt Kadis Pertanian dan Perkebunan Karo Ir Munar Ginting ketika dikonfirmasi melalui telepon selulernya, Minggu (15/11) mengatakan pihaknya masih melakukan tahapan proses pelelangan untuk pengadaan proyek dengan nilai pagu di atas Rp 200 juta.Di tempat terpisah, Kabid Produksi Dinas Pertanian dan Perkebunan Karo Mikael Purba kepada wartawan baru-baru ini  mengatakan pihaknya belum melakukan penenderan untuk pengadaan bibit kentang sekitar Rp 1,3 miliar dan paket pupuk organik, pestisida dan pupuk kimia  dengan nilai pagu anggaran Rp 3,164 miliar yang bersumber dari P APBD TA 2015. Padahal kedua pagu anggaran itu untuk mempercepat penanganan pengungsi Sinabung sebagai  lahan pertanian bagi 112 Kepala Keluarga (KK) pengungsi Sinabung asal Desa Bakerah, ia menjelaskan akan melakukan proses pelelangan dalam waktu dekat  ini, katanya. (B01/q)


Tag:

Berita Terkait

Martabe

Polrestabes Medan: Percut Sei Tuan Tertinggi Kasus Judi dalam 100 Hari

Martabe

Polres Simalungun Pantau Harga Sembako Jelang Ramadan, Beras Premium Rp14.200-Rp16.000/Kg

Martabe

Libur Panjang Imlek, 26.886 Tiket Kereta Api di Sumut Telah Terjual

Martabe

Imlek 2577, Lampion Merah Semarakkan Wajah Kota Pematangsiantar

Martabe

Indosat Luncurkan SATSPAM+ Ramadan, Klaim Lindungi WhatsApp Call dari Penipuan

Martabe

Bobby Afif Nasution Gaungkan Gerakan ASRI di Pantai Sorake, Serukan Wisata Bersih