Berastagi (SIB)- Menteri Pariwisata Arief Yahya dipastikan hari ini, Kamis (19/11) membuka Festval Danau Toba (FDT) di Open Stage Berastagi. Sedangkan menteri lainya yang semula direncanakan hadir belum dapat kepastian. Dipastikan hari pembukaan FDT ke III akan dihadiri delegasi 7 kabupaten lingkaran Danau Toba. Demikian dikatakan Bupati Karo, Terkelin Brahmana SH didampingi Kapolres Karo AKBP Victor Tambunan, Kadis Pariwisata Karo Dinasti Sitepu, SSos saat meninjau kesiapan panitia dari Pemprovsu dan pihak Event Organization (EO) Ainun di halaman Open Stage Berastagi, Rabu (18/11).Ditambahkan Dinasti, kesiapan EO terlihat tergesa-gesa mempersiapkan pentas, stan serta halaman dan infrastruktur lapangan yang belum dibenahi dari becek, dikuawatirkan pelaksanaan FDT dengan anggaran total Rp4 miliar yang sepenuhnya dikelola Pemprovsu, ini akan mengecewakan masyarakat dan undangan.Lapangan tempat penampilan tarian budaya daerah dengan peserta ratusan orang dari masing-masing daerah akan mengalami gangguan. Lumpur dan becek belum dibenahi. Koordinasi dengan panitia dan tuan rumah melalui Dinas Pariwisata Karo sangat terbatas. Bahkan sangat sulit koordinasi hanya bisa dengan EO selaku pihak kedua penyelenggara."Kita sesalkan lagi bahwa pentas utama dengan ornammen baliho latar belakang foto PLt Gubernur dan Ibu Gubernur tanpa menyertakan lampiran foto Terkelin Brahmana kepala daerah Karo, selaku tuan rumah. Alangkah indahnya kalau ornamen pentas utama menyertakan pimpinan daerah 7 kabupaten tersebut," ujar Dinasti kecewa. Dananya bukan sedikit. Rp4 miliar itu bukan sedikit lho, tambah Dinasti.PrihatinAnggota DPRD Karo, Thomas Javerson Ginting yang juga hadir meninjau kesiapan panitia dalam penyelenggaraan FDT ini mengaku terkejut dan prihatin. Masyak gambar Bupati Karo, Terkelin Brahmana SH dan Ibu tidak disertakan di latar belakang pentas utama tersebut. Kalaupun seandainya dibuat gambar pimpinan daerah 7 kabupaten tersebut tidak berlebihan. Ini malah satu gambar kepala daerah pun tidak ada.“Dana Rp4 miliar tersebut bukan sedikit. Kita harapkan pihak penegak hukum mengusut penyelenggaraan FDT ini,†harap Thomas.Kabid Promosi Dinas Pariwisata Sumut, Muchlis dan perwakilan EO, Ainun Lubis dikonfirmasi SIB tentang kesiapan pihaknya dalam penyelenggaraan FDT tersebut. Baik dekorasi pentas tanpa foto kepala daerah, halaman dan infrastruktur lokasi belum dibenahi, mengaku pening tujuh keliling. "Aduh bapak. Kami ini buru-buru Pak," jawab Ainun dan Muchlis. Ditanya Sib lagi bahwa penyelenggaraan FDT ini sudah agenda tahunan kenapa disebut buru-buru ibu," tanya Sib lagi. Ya maaflah Pak, jawab Muchlis dan Ainun. (BR2/ r)