Takut Dipaksa Ngemis

Bocah 6 Tahun Sudah 5 Hari Terlantar di Jalan Ahmad Yani Rantauprapat

- Jumat, 20 November 2015 19:14 WIB

Warning: getimagesize(https://www.hariansib.com/cdn/uploads/images/2015/11/hariansib.com): Failed to open stream: HTTP request failed! HTTP/1.1 404 Not Found in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 171

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 172
Rantauprapat (SIB)- Seorang bocah laki-laki diperkirakan berusia 6 tahun terlantar dan tidur di trotoar pinggir Jalan Jenderal Ahmad Yani Rantauprapat. Bocah ini sudah 5 hari tak pulang-pulang, dan nongkrong di tepi jalan persis di depan Brastagi Supermarket. Ia pun menjadi tontonan warga yang melintas.Azlin, warga sekitar mengaku telah melihat bocah itu terlantar sejak 5 hari yang lalu."Tepatnya hari Sabtu (15/11) malam anak itu mulai tampak mondar-mandir di depan Brastagi ini," kata Azlin, Kamis (19/11).Dia mengatakan, sejumlah warga serta para penarik becak bermotor yang kerap mangkal di depan Brastagi Supermarket itu juga sudah beberapa kali menanyai identitas bocah memakai kaos merah tersebut."Tapi mereka sedikit kesulitan berkomunikasi dengan anak itu, karena bicaranya kurang jelas. Kayak celat gitu. Makanya kita sampai sekarang nggak tahu siapa namanya dan di mana rumahnya," sebutnya.Namun, kata Azlin, dari sejumlah percakapan yang dilakukan, bocah berbadan kurus itu sempat mengaku tak mau pulang ke rumah lantaran takut dipukul oleh ibunya yang selalu memaksanya untuk meminta-minta (ngemis) di jalanan."Sama abang-abang becak itupun dia sempat bilang gitu. Nggak berani dia pulang karena takut dipukul mamaknya yang memaksanya ngemis di jalanan," ujarnya.Ia menduga bocah berbadan kurus itu sedang mengalami trauma berat. Sebab, katanya, setiap kali ditanya alamat rumahnya dan diajak pulang oleh warga, bocah berkulit hitam itu malah menangis tersedu-sedu."Kadang kalau diajak pulang, dia langsung menangis sambil lari masuk ke dalam Brastagi. Tapi habis itu keluar dan duduk lagi di pinggir jalan ini. Begitulah kerjanya," ucapnya.Katanya, bocah itu dapat makanan dan minuman dari pemberian sejumlah warga yang merasa iba."Kadang ada yang ngasih duit, lalu pergilah dia ke warung beli jajanan. Ada juga yang ngasih nasi bungkus sama dia. Kasihanlah memang kita lihat anak itu," ujarnya iba.Sementara itu, Kasubbag Humas Polres Labuhanbatu AKP Viktor Sibarani menyebut akan segera meminta personil polisi untuk mengamankan anak itu ke Polres Labuhanbatu."Kita baru tahu tentang keberadaan anak itu. Secepatnya kita minta personil untuk membawa anak itu, agar selanjutnya kita selidiki siapa orangtuanya," sebutnya melalui sambungan telepon. (D10/y)


Tag:

Berita Terkait

Martabe

Budi Gunadi Sadikin Janji Tambah Alkes RSUD H Sahudin Kutacane, Siap Tangani Stroke hingga Jantung

Martabe

100 Hari Kerja, Polrestabes Medan Ungkap 33 Kasus Judi, 62 Tersangka Diamankan

Martabe

Berkah Ramadan Adira Expo 2026 Dibuka di Kotapinang

Martabe

Richard Taruli Horja Tampubolon Disambut Haru Siswa St Fransiskus, TNI AD Siap Percepat Rekonstruksi Pascabanjir

Martabe

Jelang Ramadhan, Satgas Saber Polres Belawan Cek Harga dan Ketersediaan Bapokting

Martabe

Pratikno Tinjau Banjir Tukka, Pemerintah Targetkan Pemulihan Dipercepat