Berastagi (SIB) - Ketua Komite 2 DPD RI Parlindungan Purba berjanji memperjuangkan penganggaran dana pembangunan Gedung Olahraga (GOR) Sekolah Menengah Kejuruan Pertanian (SMKP) di Karo. “Sesuai bidang komisi saya di DPD RI, anggaran pembangunan untuk kedua sektor tersebut, saya berjanji akan terobos ke departemen terkait di Jakarta. Berbanggalah kalau masyarakat Karo memiliki bupati yang terbuka dan mau berdialog, termasuk Pemkab Karo mau menerima tuan rumah Festival Danau Toba (FDT) 2015,†kata Parlindungan Purba didampingi Bupati Karo Terkelin Brahmana SH dalam dialog dengan para kepala sekolah SMA/SMK negeri/swasta yang diprakarsai Musyawarah Kerja Kelompok Kepala Sekolah (MKKS), Jumat (20/11) di ruang rapat STMN1 Merdeka. Didampingi Ketua MKKS SMA/SMK Karo, Bastari Sinulingga MPd, Sekretaris Alexander Tarigan S.Pd dan Bendahara Waji Ginting SPd; Parlindungan termotivasi atas permintaan Drs Basmi Sembiring S.Pd, kepala SMK Aladelphi Tigabinanga mengusulkan pengadaan SMKP sesuai sektor pertanian potensi Tanah Karo. Demikian juga usulan Kepala SMK Pijer Podi Timotius Ginting untuk pengadaan GOR. Prestasi atlet di Karo tidak hanya bidang catur yang telah mengukir prestasi internasional, tapi juga prestasi bidang olahraga lainnya. Sesuai potensi ini sudah sewajarnya Tanah Karo memiliki GOR, tegas Parlindungan. Aspirasi lainnya juga disampaikan Drs Dasli Sembiring Kepala SMAN1 Kabanjahe tentang perwujudan anggaran pendidikan 20 persen dari APBN dan APBD. Memang dana BOS melalui APBN. Tapi dana BOS tidak semua bisa digunakan untuk menunjang kegiatan belajar-mengajar. Sehingga masih diperlukan dana komite sekolah yang justru sebagian memberatkan orangtua siswa, tegas Dasli dan dilanjutkan usulan Muliana Br Surbakti selaku Kepala SMAN1 Simpangempat. Semua aspirasi itu sangat layak kita usulkan ke pusat. Karenanya, kalau minggu depan surat usulan telah siap, saat itu juga saya siap mendampingi bapak dan ibu sekalian bersama bupati Karo Terkelin Brahmana ke departemen terkait di Jakarta,†ujar Parlindungan. Pada akhir dialog yang dipandu Kelion Depari, bupati berterimakasih atas kehadiran Parlindungan Purba dan berkenan memfasilitasi usulan MKKS ke pusat, seperti pembangunan GOR dan SMKP serta upaya perwujudan anggaran 20 persen untuk pendidikan. Usai dialog tersebut, Parlindungan Purba didampingi Terkelin Brahmana, tokoh masyarakat Jakarta Alimin Ginting meninjau pelaksanaan FDT di Berastagi. Dalam sambutannya, Parlindungan berterimakasih kepada Pemkab Karo yang mau menjadi tuan rumah. Meskipun pelaksanaannya kurang koordinasi sehingga bupati disoroti, itu keliru. Sebab, mulai dari kepanitiaan dan anggaran sama sekali tidak dilibatkan Pemkab Karo. Mutlak pelaksanaannya oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Pemprovsu. Anggaran yang bersumber dari APBD Propinsi dan APBN dengan total berkisar Rp4 miliar sepenuhnya dikelola pihak Pemprovsu, ujar Parlindungan. (BR2/d)