Langkat (SIB)- Jambu madu asal Langkat masih sangat dibutuhkan. Hingga kini permintaan agen Jakarta 1 ton per hari belum terpenuhi, karena kurangnya produksi jambu yang bercitarasa dari Langkat itu. “Agen untuk pasaran Jakarta telah berulangkali meminta pasokan jambu madu dari Langkat tapi karena tidak ada, sehingga hanya untuk pasar lokal Sumut,†sebut Agus Darmadi (45) petani jambu madu di Kelurahan Sidomulyo Kecamatan Stabat, Langkat, Jumat (20/11).Didampingi Plt Kadis Pertanian Langkat Ir Nur Supandi, Agus Darmadi yang tergabung dalam Kelompok Tani Jambu Madu Sejati menyebutkan produksi jambu madu Langkat rasanya renyah, manis dan bebas dari bakteri maupun pestisida sehingga aman dikonsumsi.Sedangkan Nur Supandi menjelaskan, kalangan petani jambu madu di Langkat saat ini merupakan petani binaan Distan Langkat. Khusus jambu madu Agus Darmadi memiliki areal penangkaran maupun penanaman jambu madu seluas 14 rante.“Upaya pembinaan meliputi penyeragaman Standart Operasi Produksi (SOP), sehingga kalangan petani maupun penangkar bisa memenuhi permintaan pasar," termasuk tanpa pestisida,“ ungkap Nur supandiDiakuinya, jambu madu asal Langkat tersebut telah memperoleh sertifikat Prima 3 dari Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian sejak Juni 2015 lalu yang diserahkan Wagubsu T Ery Nuradi, diterima asosiasi petani produsen jambu madu yakni Agus Darmadi.Dalam kesempatan itu Agus Darmadi menyebutkan untuk pertumbuhan tanaman dipakai jenis pupuk yang banyak mengandung unsur nitrogen."Pemupukan secara teratur untuk menjaga daya tahan tanaman maupun buah, karena pohon jambu madu pada dasarnya mampu bertahan hingga 24 tahun,†sebut Agus.(B-03/ r)