Sibolga (SIB)- Ketua IJTI (Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia) Wilayah Tapanuli – Nias Dohar Sianipar mempertanyakan pengelolaan dana untuk media pada pelaksanaan Pilkada Wali Kota dan Wakil Wali Kota Sibolga periode 2015-2020 di KPU setempat.Menurutnya, Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Sibolga dinilai tidak transparan dalam pengelolaan dana untuk media.“Kriteria pemilihan media untuk menjadi patner sosialisasi pun tidak jelas,†katanya kepada SIB, Minggu (22/11) di Sibolga.“Kami hanya butuh transparansi dan kriteria pemilihan medianya seperti apa,†katanya seraya mencontohkan kriteria oplah dan sebaran koran hingga harga pemasangan iklan,†katanya.Di tempat terpisah, Sekretaris KPU Sibolga Inchawady Tanjung yang dikonfirmasi wartawan via telepon seluler mengaku, dana untuk media yang dianggarkan terbatas.Menurutnya, pihaknya sudah melakukan kerjasama dengan media tertentu sesuai anggaran yang tersedia.Ia mencontohkan, orderan iklan berukuran setengah halaman anggaran yang tersedia senilai Rp 2 juta.“Kalau bisa menyesuaikan harga tersebut, kita bisa buat kerjasama. Tapi kalau diatasnya anggarannya terbatas,†katanya. (E04/c)