Nisel (SIB)- KPU (Nisel) kembali menyelenggarakan debat terbuka diikuti 4 Paslon di Gedung Defnas Jalan Pramuka Telukdalam disaksikan sekitar dua ribuan undangan dan masyarakat, Sabtu (21/11).Masyarakat sempat dibingungkan dengan tulisan di spanduk KPU yang bertuliskan thema "Pembangunan akses dan kwalitas pelayanan publik berdasarkan keunggulan sumber daya alam dan sumber daya manusia dalam menghadapi masyarakat ekonomi Asia (MEA) menuju masyarakat Nias Selatan yang sejahtera".Para undangan mengetahui yang dimaksudkan dengan MEA adalah masyarakat ekonomi ASEAN, bukan Asia. Kalimat itu sempat menjadi cibiran para undangan, Ketua KPU Nisel Alfian Z Dakhi pun mengakui jika ada kesilapan.Debat yang dipandu moderator Drs Syamsul Bahri, akademisi salah satu perguruan tinggi di Medan diikuti 4 Paslon, yakni Nomor urut 1 Lianus Ndruru- Thomas Dachi (Linmas) nomor urut 2 Idealisman Dachi- Siotaraizokho Gaho (Ideal- Siga), nomor urut 3 Hilarius Duha- Sozanolo Ndruru (HD Sanolo) dan nomor urut 4 Hadirat Manao- Ami Hari Hondo (HAM).Pasangan Linmas yang mendapat kesempatan pertama mendalami visi misinya mengatakan menyambut baik MEA dalam merangsang perkembangan Nisel, perlu nantinya kemudahan perizinan, keamanan dan ketentraman daerah sehingga pemilik modal tertarik menanamkan saham guna mengeksplorasi sumber daya alam. Kemudian perbaikan transportasi laut dan darat serta pembenahan pelabuhan.Paslon Ideal-Siga menjelaskan Nisel telah banyak ketinggalan sehingga daerah ini selalu menjadi korban zaman, segala sesuatu didatangkan dari luar Nisel. Idealisman mengatakan dirinya telah tanggap hal itu sehingga dicetuskan pendidikan gratis menciptakan SDM handal sebagai mitra pemerintah membangun Nisel ke depan.Sementara, HD-Sanolo menilai Nisel belum mampu memasuki persaingan ketat, imbas MEA dipastikan akan dashyat, namun mau tidak mau masyarakat harus turut meleburkan diri pada arus kerjasama ekonomi internasional ini. Untuk itu katanya, masyarakat harus pandai menangkap peluang serta memaksimalkannya untuk memperkuat ekonomi masyarakat daerah.Dalam mengikuti MEA, dipaparkan Paslon HAM, perlu persiapan regional dan domestik seperti inventarisir unit potensial dan melakukan eksplorasi secara berdaya saing, tentunya dengan mempersiapkan SDM, meninjau ulang sistem perpajakan, kebijakan yang tidak populis serta korupsi akan menjadi perhatian utama.Di pertengahan debat, sejumlah pendukung Paslon sempat mengungkapkan kata-kata provokasi yang hampir memancing peserta. Melihat itu, Kapolres Nisel AKBP Robert Da Costa SIK yang duduk di bangku undangan segera menuju podium. Ia menghardik undangan yang tidak sportif dan mengancam menghentikan acara jika masih ricuh.Dalam memimpin debat, Syamsul Bahri sempat membuat sejumlah kesalahan kecil yang menimbulkan kelucuan bagi hadirin. Saat membuka debat, ia mengatakan debat di Kota Sibolga, kemudian Idealisman Dachi disebutkan marga Nrduru, wakil Paslon HAM. Selanjutnya, pelafalan sejumlah nama salah, seperti Siotaraizokho yang kemudian diprotes pemilik nama, namun setiap melakukan kesalahan ia buru buru meralat, pelafalan nama masyarakat Nias dikatakan Syamsul memiliki ciri tersendiri sehingga mohon dimaklumi.Meski banyak kekurangan dalam penyelenggaraan debat ini, sejumlah warga menilai bermanfaat. Para pemilih semakin paham Paslon mana yang memiliki arah jelas. (A34/c)