Memandikan Gajah di Tangkahan Sangat Diminati Wisman

- Senin, 23 November 2015 19:55 WIB

Warning: getimagesize(https://www.hariansib.com/cdn/uploads/images/2015/11/hariansib.com): Failed to open stream: HTTP request failed! HTTP/1.1 404 Not Found in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 171

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 172
Berastagi (SIB)- Memandikan gajah yang dipelihara di Tangkahan Desa Namo Sialang, Kecamatan Batang Serangan, Kabupaten Langkat, Provinsi Sumatera Utara, sangat diminati wisatawan mancanegara yang berkunjung ke lokasi wisata itu. "Tangkahan merupakan kawasan eco-tourism yang dikelola dengan baik, sehingga banyak wisatawan dari berbagai negara tertarik mengunjungi daerah tersebut," kata Kepala Bidang Pemasaran Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Sumatera Utara Muchlis di Berastagi, Minggu (22/11).Hal tersebut dikatakannya pada Festival Danau Toba Tahun 2015 yang diselenggarakan di kota Berastagi, Kabupaten Karo.Muchlis menyebutkan, di lokasi Tangkahan tersebut, para wisatawan mancanegara (Wisman) bisa mengendarai gajah menyusuri sungai dan hutan kawasan Taman Nasional Gunung Leuser (TNGL) Langkat.Kemudian menyaksikan kehidupan orang utan dan melihat bunga bangkai yang mekar setahun sekali berada di dalam kawasan hutan TNGL."Selain itu, pemandian Kuala Buluh di Tangkahan dan ada beberapa objek wisata alam menarik lainnya seperti air terjun yang berada di 13 lokasi," ujar Muchlis.Ia menjelaskan, untuk mencapai Tangkahan dari Kota Medan membutuhkan waktu perjalanan lebih kurang empat jam lamanya, karena kondisi jalan yang jelek dan penuh bebatuan.Meski jalan menuju Tangkahan kurang begitu bagus, namun tidak menyurutkan niat para wisman dan tamu-tamu dari berbagai daerah, seperti dari Jakarta, Bandung, Medan dan lainnya untuk datang ke objek wisata tersebut."Para wisman itu, banyak yang tinggal selama berminggu-minggu  di lokasi Tangkahan untuk menikmati panorama keindahan alam yang jarang ditemukan di daerah lainnya di Indonesia," katanya.Kawasan ekowisata Tangkahan memiliki luas lebih kurang 17.000 hektare yang berada di Desa Namo Sialang Kecamatan Batang Serangan Kabupaten Langkat, Provinsi Sumatera Utara. Lokasi Tangkahan tersebut, berjarak lebih kurang 135 kilometer dari Kota Medan, ibu kota Provinsi Sumatera Utara dan melewati Binjai dan Tanjung Pura.Di objek wisata alam tersebut, terdapat 13 lokasi air terjun, yakni air terjun Sungai Buluh, air terjun Sungai Garut, ir terjun Sungai Umang dan air terjun Grogoh Kiri, air terjun Batak, air terjun Cengke-cengke, air terjun Murba, air terjun Alur Grogoh Kanan, air terjun Sungai Gambir, air terjun Simpang Kanan, air terjun Alur Simpang Kiri dan air terjun Tala-tala. (Ant/q)


Tag:

Berita Terkait

Martabe

Budi Gunadi Sadikin Janji Tambah Alkes RSUD H Sahudin Kutacane, Siap Tangani Stroke hingga Jantung

Martabe

100 Hari Kerja, Polrestabes Medan Ungkap 33 Kasus Judi, 62 Tersangka Diamankan

Martabe

Berkah Ramadan Adira Expo 2026 Dibuka di Kotapinang

Martabe

Richard Taruli Horja Tampubolon Disambut Haru Siswa St Fransiskus, TNI AD Siap Percepat Rekonstruksi Pascabanjir

Martabe

Jelang Ramadhan, Satgas Saber Polres Belawan Cek Harga dan Ketersediaan Bapokting

Martabe

Pratikno Tinjau Banjir Tukka, Pemerintah Targetkan Pemulihan Dipercepat