Tanah Karo (SIB)- Pemkab Karo masih sebatas mengkaji usulan dari Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Malem Kabupaten Karo soal penggantian mesin pompa dan pengadaan pompa cadangan sebanyak 6 unit senilai Rp 1,2 miliar.Usulan dari PDAM Tirta Malem kepada Bupati Karo, Terkelin Brahmana SH telah berlangsung empat bulan lebih. Namun hingga saat ini belum ada langkah kongkrit dari Pemkab Karo dalam mengupaya percepatan untuk merealisasikan usulan tersebut, terutama penyediaan air bersih bagi warga Kabupaten Karo.Hal itu didasari surat pertama yang tertuang No 350.10.101/2015 tertanggal 31 Juli 2015 lalu dilayangkan ke Bupati Karo Terkelin Brahmana SH yang ditanda tangani Pejabat Sementara Direktur Utama PDAM Tirta Malem Kab Karo Enda Putri Br Brahmana dan Pejabat Sementara Direktur Teknik Lukman Peranginangin tentang usulan penggantian mesin pompa 6 unit PDAM Tirta agar ditampung anggarannya di Perubahan PAPBD TA 2015.Karena surat terdahulu belum direalisasikan untuk ditampung di PAPBD TA 2015, PDAM Tirta Malem Karo kembali melayangkan surat susulan yang tertuang nomor 524.10.12.1/2015 tertanggal 04 Nopember 2015 kepada Bupati Karo, Terkelin Brahmana SH dan Ketua Tim Anggaran Pemkab Karo yang ditanda tangani Pejabat Sementara Direktur Utama PDAM Tirta Malem Kab Karo Enda Putri Br Brahmana dan Pejabat Sementara Direktur Teknik Lukman Peranginangin soal usulan penggantian mesin pompa dan pengadaan pompa cadangan sebanyak 6 unit di perusahaan tersebut agar ditampung di APBD TA 2016.Padahal usulan PDAM Tirta Malem itu sehubungan pelayanan dan optimilisasi peningkatan kinerja dalam hal pendistribusian air minum di Kota Kabanjahe dan sekitarnya, dimana pada saat ini tingkat kekurangan produksi air cukup tinggi.Ketika hal itu dikonfirmasi ke Sekretaris Bagian Anggaran Pemkab Karo Sidharta Bukit, Minggu, (22/12) mengatakan pihaknya telah memanggil sejumlah pihak dari PDAM Tirta Malem Kabanjahe baru-baru ini setelah usulan itu tidak ditampung di PAPBD TA 2015. “Intinya soal usulan dari PDAM Tirta Malem masih dikaji oleh pihak teknis dari Dinas PUD Karo,†katanya.Disinggung mengapa hingga saat ini masih dikaji soal usulan itu dan belum ada langkah kongkrit yang dibuat, sementara usulan dari PDAM Tirta Malem itu telah berlangsung lama sejak 31 Juli 2015, ia enggan berkomentar. “Mudah-mudahan usulan PDAM Tirta Malem itu dapat ditampung dalam APBD TA 2016,†katanya.Sebagaimana disiarkan SIB sebelumnya, Direktur Teknik Pejabat Sementara Lukman Peranginangin kepada SIB di ruang kerjanya, Rabu (11/11) mengatakan pihaknya bermohon kepada Bupati Karo Terkelin Brahmana SH untuk mengadakan penggantian mesin itu dengan jumlah kebutuhan dana Rp 1,2 Miliar, pada saat ini Kota Kabanjahe memiliki sistem pelayanan air minum dengan total kapasitas produk 84 liter/detik yang terdiri dari sumber mata air Lau Bawang I (15 liter/detik), Lau Bawang II (15 liter/detik), Lau Berneh (15 liter/detik), Lau Melas Tirta Nadi (29 liter/detik), sumber mata air Lau Melas (5 liter/detik), sumber mata air Lau Peceran (5 liter/detik) dengan jumlah total produksi 84 1iter/detik.“Jumlah penduduk daerah cakupan layanan = 81.250 jiwa dengan KK 20.968 RT. Jumlah sambungan terpasang sampai Juni 2015 pada saat ini 12.464 SR (Standar Nasional) khusus pelayanan Kota Kabanjahe) sehingga jumlah penduduk yang belum terlayani = 8.504 KK ( 34.016 jiwa).Kebutuhan jumlah produksi dengan jumlah penduduk (KK) dengan produksi 1 liter/detik dapat melayani 70 s/d 80 SR (Standar Nasional).Debit produksi Kota Kabanjahe 84 liter/detik x 80 SR = 6.720 SR. Kebutuhan debit air untuk sambungan yang telah terpasang saat ini = 12.464 SR dibagi 80 liter/detik = 160 liter/detik. Jumlah SR terpasang 12.464 SR, jumlah produksi 84 liter/detik dan kekurangan produksi 160 liter/detik-84 liter/detik=76 liter/detik.Dasar pertimbangan penggantian mesin, dikarenakan usia pompa yang sudah tua yakni 10 s/d20 tahun yang menyebabkan cara kerja pompa tidak efesien (kinerja pompa menurun), produksi mesin pompa berkurang sehingga tidak maksimal, biaya perawatan mesin pompa cukup tinggi dan biaya listrik yang dibayar ke PLN cukup tinggi.Karena itu, guna meningkatkan pelayanan dalam hal ini penggantian pompa diharapkan dapat menambah debit 25 liter/detik sehingga dapat melayani sejumlah 2.000 SR. Rinciannya 1 1iter/detik melayani + 80 SR (80 SR x 25 liter/detik= 2.000 SR) dengan 1 SR dihitung = 5 jiwa. “Jadi penambahan debit 25 liter/detik dapat melayani =25 liter/detik x 80 SR x 5 jiwa = 10.000 jiwa,â€katanyaDari segi pendapatan, jumlah produksi = 25 liter/detik x 3.600 x 24 x 30 : 1000 = 64.800 M3/bulan.Jumlah air terjual = jumlah produksi dikurang kebocoran = 64.800-12.960 = 51.840 M3 x 1.250 (tarif dasar) =Rp 64.800.000/bulan.Dalam hal peningkatan pelayanan kepada masyarakat serta untuk meningkatkan pendapatan keuangan PDAM Tirta Malem sangat dibutuhkan pergantian mesin pompa sebanyak 6 unit dengan rincian lokasi Lau Bawang II (3 unit), Reservoar Moga Jaya (1 unit) dan Lau Berneh (2 unit). (B01/ r)